Belakangan saya sering blogwalking ke beberapa blog yang pengunjungnya tuh rame di tiap postingan. Seleb blog kali ya?Dan saya menemukan hal unik dan berbeda yang belum pernah saya temukan sebelumnya (atau saya kali yang telat tahu? he he…). Di beberapa blog, postingannya tali temali antara satu dengan yang lain. Blogger yang ini mereview postingan blog lain lalu nanti blogger lain memposting hal senada di blognya. Komentar? wah, di beberapa blog, komentarnya melonjak naik dan fasilitas komentnya benar-benar jadi ajang diskusi. Ada yang pro ada yang kontra malah kayanya terkesan ada yang “musuhan”… he he..itu analisa saya saja, semoga aja misuh-misuhnya ga beneran.
Intinya yang satu berbeda dengan yang lainnya. Kita bisa faham lah antara blogger yang satu berbeda logika dan cara pandang, tapi kayanya sikap menerima perbedaan agak minim tuh. Siapa yang salah? Wah, saya jadi nyesal juga kenapa pertanyaan ini bisa muncul. Sekedar menanyakan siapa yang salah dan siapa yang benar lalu justifikasi, ini salah dan ini yang benarnya, khawatirnya malah tak memberi solusi konkrit.
Bijak saat menghadapi perbedaan. Lebih kurang itu dulu ya kayanya. Saat orang lain berbeda dengan kita atau ide kita, bukan langsung berarti mereka salah atau patut disalahkan bukan? Walau bisa juga dipahami bahwa yang mendasari orang untuk memberi kritikan baik secara halus ataupun tidak adalah karena ketidaknyamanan saat mendapati hal-hal yang secara prinsipil berbeda dengan yang diyakini. Bisa dipahami. Namun, penyampaian yang kurang diplomatis (he..?) dan men-judge ide yang mengemukakan juga jadinya tidak efektif. Hasilnya malah atmosfir diskusinya jadi kurang bersahabat.
Hmm…Ini cuma an introduction aja dulu. Belum kesimpulan final since i am still in looking forward the lately progress. Bisa saja analisis ini terlempar mentah dengan kemungkinan yang terjadi di kemudian hari. Nanti Insya Allah saya akan nulis juga bagaimana perkembangan selanjutnya…
Whatever, nice blogosphere. Sarat ide dan hal unik yang mungkin tak tersentuh sebelumnya.



btw, kok semua artikel kamu uncategorized sih….
aaa…saya belum sempit edit sana sini pak, nanti deh saya bikin
Maklum baru “ngungsi” …
*beralasan* tapi will do kok pak…
Boleh beda? Kenapa tidaks?
Kalo semua sama, akan membosankan sekali blogosphere ini.
Thanks sebelumnya.
Tentu, tentu…dan kalau sudah membosankan sekali blogosphere ini, jangan-jangan nanti tak ada lagi yang nge-blog…
ah, saya tdk mau membayangkannya…
Hehehe aku juga blog walking, lucu2 deh, aneka ragam manusia dg isi kepalanya yg berbeda2 meski nama fisiknya otak sama deg 1 miyard neuron… jd seru…bener dehel beda bukan berarti salah ko ya hel? Salam kenal deh
Memang hrs beda donk, khan seni-nya disana. Yang terpenting kita beda, tapi tidak merugikan pihak lain. Iya khan???
# senyumsehat
Iya Mbak, jadi seru dan diskusinya kadang jadi alot gitu. Salam kenal juga dan makasih udah singgah. Btw, saya agak merinding nih baca blognya, gambarnya ituh, ada triknya ga mbak biar “kuat” dikit pas liatnya? >_
#jhonrido
Seninya mmg di bedanya? aaa…nice words!! Ya, beda tapi saling menjaga perbedaan yg ada, itu juga seni tersendiri ya?
Thanks sebelumnya…
Alangkah baiknya bila jejakpena daftarkan postingan ini di
http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/28/pendaftaran-%e2%80%9ctop-posts%e2%80%9d-jan-feb-2007/
pada kategori Tolerant dan kategori lainnya yang relevan.
Eee…kalah jauh nih pak sama yang lain…But, coba-coba aja ok juga laa…
Makasih pak infonya…
[...] b. Kita Beda, Boleh? [...]
[...] Kita Beda, Boleh? [...]
Wah…ga nyangkaa… Asli!!
Makasih pak buat informasinya..makasih juga buat semua yang udah berpartisipasi dalam Ajang Top Indonesian Spiritual Posts, kayanya tulisan saya ini biasa aja deh *ngaku sendiri*
Mbak jejakpena, selamat yaa…! postingannya masuk top indonesia spiritual post, makan2 dong… (lho?). Semoga makin rajin dan termotivasi mostingnya, tp gelar itu jgn dijadikan beban mbak, mending nyantei aja, ada gak ada yg baca yg penting nulis, tulislah apa yg ingin kau tulis (halah… sotoy lu rey..)
eh, bener kan ya? mbak, bukan mas tho?
@ Rey
Makasih mbak Rey…
yuk makan-makan, Mbak Rey yang traktir kan ya?
Iya, lebih bagus gitu kan ya, yang penting kita menuliskan apa yang ingin kita tulis, gak mau sampai terbeban…
Iyyaaa…Bukan Mas… hebat deh Mbak Rey…
*Senyum Riang bahagia ke Mbak Rey*
Btw, saya kenapa ya gak bisa2 ngasi koment ke blognya Mbak Rey…?
ahahahahahahahahahahahahahaha,,
wahhh,,, waaah,,,
*ga bisa ngomong apa apa*
Ini gejala apa Ma?