Ya, sudah lama benar ujar-ujar ini tentang betapa, begitu, sangat, alangkah, tajamnya kata-kata. So, macam basbang sikit lah postingan kali ini.
Seberapa tajamnya tentu tergantung pemilihan diksinya, gaya bertuturnya, juga ide yang disampaikannya. Hal yang sederhana kalau disampaikan dengan kata-kata yang tajamnya sampai bikin silau (kok silau??!!), akan crash juga akhirnya. Dan tentu, kata-kata yang digunakan punya pengaruh besar terhadap bagaimana tersampainya maksud ke objek yang mendengar (media audio) atau yang melihat (visual) sekaligus membaca, atau yang menggunakan keduanya (audio visual). Jadi, memang bermain benar peranan kata-kata ini.
Nge-blog juga pakai kata-kata…Halaah..iya iya..pakai komputer, laptop, HP…plus pakai fikiran. Dan kata-katalah yang menjadi ujung tombak penyampaian maksud dan pesan sang blogger kepada dunia (you see? Dunia !!)
Dan kata-kata yang akhirnya diputuskan sang blogger untuk berurut dalam baris-baris kalimat di blognya itulah yang kemudian mewakili dirinya bicara. Cerminan isi kepala, paradigma berfikir, hirarki kepribadian pun tertuang lewat kata-kata disana. Mulailah kemudian para aktifis blogwalking melihat dan membaca sekalian urung komentar disana. Tanggapan ini jelas macam-macam adanya, pro-kontra pun pastinya ada.
Sejauh mana ketajaman kata-kata anda mempengaruhi sampainya maksud ke pembaca? Oh sebentar deh, takutnya malah dikira kata-kata tajam itu sungguhan sejenis kata-kata yang bisa mengiris-iris hati, jantung, perasaan? Bukan laa…ini lebih kepada menukiknya makna dan maksud yang ingin disampaikan, benar-benar sampai dengan tepat ke targetnya.
Untuk cepat tajam gak mungkinlah instan bisa langsung dalam sekejap malam. Butuh waktu, proses dan material pengasahnya tentu. Hingga kemudian kata-kata kita pun mampu mencincang, mengiris, memotong bahkan membabat (lhaa..katanya tadi bukan yang seperti ini maksudnya..gimana sih?) dengan baik. Sila fikirkan dengan gaya sendiri-sendiri…
Oh ya, bedanya sih pedang itu diakui kehebatannya saat ia mampu menaklukkan lawan sang Tuan. Kalau kata-kata hebat ? Ini agaknya sulit diidentifikasi oleh yang Empunya kata secara kasat mata langsung. Bukan hanya logika yang bermain, karena ada hati disana. Bagaimana kata-kata bisa menggerakkan fikiran dan menggugah perasaan? (dia ni tempatnya di hati kan ya? ) rasa macam tak ada parameter mutlak karena setiap karakter orang tentu level tersentuhnya dengan ketajaman kata-kata akan berbeda…
Saya mo pertajam pedang kata-kata saya lah dulu… *siap-siap ngasah…*
Does it take time? Sure! Seorang pemecah batu akhirnya berhasil memecah bongkahan batu besar pada hantaman yang ke-100. Tapi bukan hantaman ke-seratus itu yang memcahkan batu itu. So? Ya, Mulai dari pukulan pertama kali, kedua, dan seterusnya lah…hingga pukulan yang seratus, yang akhirnya menjadikan batu itu berkeping hancur…
Eh, tapi mempertajam kata-kata gak mesti lah nunggu hingga postingan ke-seratus baru bisa bilang, “udah tajam…”, sungguh gak mesti sama sekali…
Hmm, di WP ni (versi bahasa Indonesia tentunya), blog yang postingannya udah seratusan, adakah? Kalau misalnya umur blognya setahunan, bablolita (bayi blog di bawah lima tahun), anggap genap 365 hari, kalau rajin ngup-date 3 hari sekali (Hi hi…) pasti udah ada tuh yang sampai seratus…
Eh, Ada nggak? Blog siapa ya? *klik sana sini*



Setahu tahu saya yang bisa tajam kata-katanya baru ada satu atau dua, dan itu miliknya anak muda.
setajam pedang bermata dua kah? bahaya dong….
# Helgeduelbek
satu atau dua? Hmm..siapa ya ?
# Passya
Iya, bisa jadi tuh. Tergantung melihatnya dari sisi mata pedang yang mana, walau keduanya memang sama-sama tajam ya…
Dapet buk.. 216 postingan hanya dalam waktu 8 bulan. Jika 30×8=240 dikurangi 9(hari ini tgl 21 maret) maka 216:231=0,93. Waww!!! 1 postingan epri dey dengan komen yang tak pernah sepi. Gag percaya lihat ajah disini
Hmmm.. Mengenai tajam ato tidaknya sebuah kata saya rasa tergantung sepiawai mana seorang membaca(dlm arti luas, bkn hanya membaca teks namun juga kehidupan). Toh ada juga mereka yang kata2 tidak hanya tajam mengiris atau keras menghantam, bahkan ada yang memiliki efek nuklir-kebayang gak?- yang membuat seluruh dunia terpukau kagum-halah-. Siapa ya?
Tak perlu tajam. Kata-kata sudah tajam dengan sendirinya. Tergantung ‘korban yang mau ditebasnya’ seberapa kebal ia terhadap ‘pedang’ itu.
*halah, ngeles, yg kata2nya masih tumpul*
# Ichsanmufti
wah, iya…iya…subhanallah benar nih semangat menulisnya Pak Guru, trus juga postingannya bagus…Yup, kalau beliau aja semangat, kita-kita juga harusnya lebih terpacu ya secara kita nih masih muda-muda…
*Yg ngerasa muda nih…:D*
ya..ya..memang gak mutlak harus tajam mengiris dan keras menghantam kan ya, kalau memang bisa maksudnya sampai ke pembaca dengan tepat tanpa perlu ada ledakan nuklir (haduuh..ngeri ini…) kayanya juga gak jelek kan?
memang tergantung selera yang nulis dan analisa serta sudut pandang yang baca juga akhirnya.
Eh? seluruh dunia terpukau kagum dibuatnya?Siapa itu pak? Jadi penasaran saya…
# Zaki
Hmm…hmm…
ya deh, memang banyak faktor…tajam tidaknya memang relatif, tergantung siapa yang baca…
Ngeles ya?
It doesn`t matter, kan bisa improve terus dari waktu ke waktu..ada niat mo nulis yg tajam-tajam ya ke depannya?
contoh tulisan tajam:
http://sila.blogsome.com/2006/12/06/silet/
hihi, komen di postingan lama…
Wassalamu ‘alaikum.
*liat ada komen rifu*
ahahahaha,, ternyata rifu juga hobi ngoprek arsip arsip