Maunya sih begitu… *bletaak*
Inilah manusia, apa coba yang tidak diinginkan
Setelah dapat dari milis dan teringat dengan salah satu kasus kejadian, akhirnya saya putuskan untuk menulis entry. Mmm… lagipun, lihat ini… blog tidak ter-update lagi dengan tulisan baru, lengkaplah sudah alasannya.
Sudah basbang memang, bagi yang sudah tahu lalu membaca ini, kan ilmunya tidak berkurang, malah bisa share and berbagi dukungan, kritik dan saran.
Hmm, Saya punya sahabat dengan gambaran yang diberikan oleh kalimat itu. Banyak yang mengagumi sosoknya memang, saya saja yang perempuan termasuk coba. Banyak juga yang patah hati saat ia menikah. *tidak penting*
Kalau ada kalimat semacam, “She`s just a well-rounded girl”, berarti seorang gadis yang punya banyak keahlian, atau serba bisa, atau istilah lainnya multi talenta? Ya ya… itu dia.
Dan saya pun tergiring kemana-mana. Pikiran maksudnya. Dari contoh itu, bagaimana pun talenta dan keahlian si gadis ini, keadaan ini pasti tidak boundless. Sebut saja penjegalnya semisal, no body`s perfect, yang terkenal itu. (e.g untuk laki-laki, bagaimanapun keren, baik hati, cerdas, wawasan luas, pengetahuan agamanya bagus, tetap saja ada kekurangannya. Oh ya, di salah satu buku yang pernah saya baca tentang bagaimana seorang perempuan yang menyimpan kekagumannya dalam-dalam terhadap laki-laki yang menurut penggambarannya begitu sempurna, dan dia menguatkan hal itu dengan, “kalaupun dia punya kekurangan maka kekurangannya itu adalah karena ia terlalu sempurna”. Ck ckck…
Suatu ketika, anggaplah sang sosok sempurna itu, yang bisa melakukan banyak hal dengan tingkat kesuksesan di atas rata-rata, yang sikap baiknya membuat semua orang nyaman saat bersamanya, yang nilai fisiknya diatas 8 hampir semua yang menjadi kriteria manusia sukses melekat pada sosok itu.
Maka, jika kemudian tiba-tiba disela dengan, “Ah, no body`s perfect…” tadi itu, apa yang kemudian terjadi? Paling tidak terlintas dua maksud di dalam pernyataan itu, positif dan negatif.
Maksud positif sudah jelas. Untuk mengingatkan bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini. Bagaimana pun banyaknya kelebihan seseorang, tetap ada sisi kurangnya. Pasti itu. Maksud negatif? Apa ya? Tipe manusia sirik alias berpenyakit hati kali ya…?
Selalu ada kontradiksi yang melekat pada tiap hal. Apapun itu. Karena disanalah penyeimbangnya. Disaat kita merasa bahwa kita bisa melakukan yang terbaik, saat itu pula kita juga harus yakin, kita tidak sesempuna itu. Disaat kita yakin bahwa kita telah banyak tahu, sekaligus pula kita hendaknya paham itu sedikit sekali dibandingkan dengan apa yang ada sebenarnya.
Misalnya pula contoh konyol mengantisipasi figuritas berlebihan versi pribadi saya saat melihat ada manusia dengan kelebihan rata-rata di atas manusia biasa lainnya. Saat begitu besar kekaguman itu maka harusnya saya juga cukup siap untuk melihat kekurangannya yang mungkin akan menjadi sesuatu yang paling mengejutkan.
Agaknya karena itu pula, maka kita sering diingatkan untuk memandang sesuatu dari banyak sisi, karena menjadikan kita lebih bijak saat bersikap, dan dewasa dalam memahami sesuatu. Kita pun jadi terhindar dari kekecewaan berlebih saat misalnya jagoan kita atau orang yang kita kagumi itu melakukan kesalahan. Karena biasanya sengaja atau tidak kita telah meng-claim bahwa harusnya dengan kapasitas seistimewa itu, ia bisa melakukan suatu tugas dengan score 9, namun saat ia hanya mampu dengan score 7 misalnya, sontak semua kekesalan melimpah padanya. Dan jika ada kesalahan rasanya sulit sekali ada pemakluman logis yang diberikan. Berat.
Maka kalau ada a well-rounded girl, dengan segala kelebihan dan keahlian, dia tetap punya sisi kemanusiaan yang manusiawi, kekurangan. Lagian, mana ada orang yang ABC kepribadiannya hingga Z selamanya dalam keadaan terbaik? Tidak ada. Pasti ada anehnya. Proporsional dalam memandang sesuatu tentu lebih baik.



wah..ungkapan yg tepat, basi dan general apa nggak love is blind nih…
Bukannya all-round girl? (o_0)”\
Tapi emangnya kenapa kalau ada orang yang nyaris sempurna deket kita? Orangnya pasti baik dong? (sempurna gitu lho
).
Ajak bertemen aja. Kalau tetep nggak bisa, itu berarti ego kita yang terlalu tinggi…
-bang-
Jadi kesindir… (-_-)’
Ada yang ngomongin saya ya?
*plaaaak*
—
Yaah, siyal. Nggak jadi pertamax lagi.
# Peyek
(walau sebenarnya tidak begitu juga) dan menurut saya sih, memang terlalu umum.
) yang punya banyak keahlian, serba cakap…
kalau sesuatu jadi basi karena dia terlalu populer dan sering disebut, maka jadi basilah statemen itu,
Mungkin bisa dibilang subjektif ya, tergantung siapa yg mengalami dan kejadiannya, karena sering juga dengar tangkisannya pak, cinta itu tidak buta…
Nah lho?? berpulang ke pribadi tiap orang agaknya…
*hi hi… jadi ngomongin `perkara` itu deh*
# Sora9n
Iya Sora, all-round memang berarti serba bisa juga. well-rounded diartikan lengkap, frase she`s just well-rounded girl bisa diartikan orang (gadis… gadis!
Wah, itu memang beda kasusnya kok Sora, gak ada kenapa-napa sama sekali jika ada sosok nyaris sempurna dekat kita. Ini konteksnya lebih ke sight balance yang harusnya tetap kita kedepankan. Jadinya kita tetap “adil” dalam bersikap kepada siapapun. Karena terkadang banyak diantara kita yang merasa pantas untuk kecewa atau sikap berlebihan lainnya saat yang berbuat salah (atau tidak sesuai dengan yg diharapkan) adalah si sosok ini tadi. Padahal walau bagaimana pun, dia tetap manusia biasa yang berhak dapat perlakuan yang sama, tetap bisa berbuat salah, tetap punya kekurangan yang harusnya bisa kita maklumi…
Who ho ho… Really??!!
You should show which phrases refer to you, nai deshou?
Ehm, tapi begini pula, diatas itu, dia gak bilang “I am …” lho… tapi ” she`s …”, jadi yang ngasi penilaian itu orang lain. Nah ini, masa sih bilang2 sendiri?
dipangkatkan tiga deh,

- UPDATE : Hmm, ada 3 kata yg sudah diedit disini, pas dibaca lagi kurang nyaman soalnya -
Padahal udah diingatkan kemarin itu,
@ jejakpena
Sonna koto nai yo. Datte…
*kesambet Tendou Souji*
“Ore wa tendou michiyuiki. Subete no tsukasadoru otoko.”
*plaaaak (lagi)*
Lho, saya ngomong gitu ada ceritanya lagi. Itu karena banyak banget orang yang pada menilai diri saya seperti itu…
*kabur ah*
Onee-chan jahat…
*hiks…*
Sebetulnya saya udah berangkat pagi kok. Sayangnya Pak Peyek jauh lebih pagi lagi…
-bukan salah saya dong -
One word to Sora9n, gomen…
*pura-pura tulus*
@ jejakpena
Walah, jahat banget sih onee-chan satu ini… untung saya ini penyabar. (@_~)”\
Hmm, coba jadi all-round guy ah.
Saya sebenarnya mau ngomentarSaya sebenarnya mau ngomentar:p
# Sora9n
Mudah2an sukses, walau sebenarnya saya kok jadi ragu ya?

*balas tindas*
# Ichsanmufti
Lho? lho? kok komentar ini rasanya bukan gaya pak Ichsan ya?
Cewe sempurna ya,, ada ga yah temen temen Ma yang kaya gitu,,?? ada kayanya,,(minimal buat Ma, biasa rumput tetangga mbak) dan Ma suka ada di deketnya,, (itu salah satu yang bikin cewe serba bisa itu sempurna menurut Ma, juga disukai oleh temen cewe,,)
been there!! hehehe,, tapi Ma udah diajarin buat ga terlalu sering berekspektasi macem macem lagi kok,,
kayanya Ma yang sekarang udah bisa belajar buat ga ngomong yang ini deh,,
thank god,,
wah, itu pengalaman perasaan yang seru Rizma,
Iya nih, lagipula kan biasa ya orang yang sedang mengalami “kecenderungan” perasaan begitu mendramatisir banyak hal disamping perasaannya,
lha.. gaya boleh beda. esensi tetap sama
apa ya esensinya?? hehe. ya sekali2 becanda gpp kan buk?
Mmm… gimana ya? Aaa… boleh lah,
Glek!
* “Buk” ?? jadi saya harus ubah panggilannya nih *
Iya mas, apa coba?
Hehehe,, iyah,, dan untungnya udah ga lagi,, (kadang kadang sih,,)
Aaaa… kayanya ada salah paham dikit nih,
Itu ditujukan buat yang bilang ini Ma,
“kalaupun dia punya kekurangan maka kekurangannya itu adalah karena ia terlalu sempurna”.
he he…
hehehe,, Ma kan dulu bilang kaya gitu,,
makanya sekarang baru berhasil buat ga ngomong gitu lagi,,
Emm, ya deh, berarti tetap saja itu bukan untuk Rizma yang sekarang…
btw, dulu yang membuat Ma sampai bilang gitu, cuma perempuan (teman misalnya) atau memang ehm… kaya kejadian cewe di atas itu bukan?
sayangnya bukan teman,, bukan perempuan,, damn!
bener bener harus di-erase secepetnya nih,,
*Gubraaks*
JJjjjadi?? Belum berhasil ter-erase ding!! ck ck ck…
Ya deh Ma ya deh, didoakan, support selalu dari sini
(halaaa.. sedemikiannya)
Glek….
cumaseminggu masuk blogsphere kok sdh ketinggalan banyak banget ya?Sdh tahu pakai nanya lagi ya hehehe…
BTW siapakah “si gadis” itu?
Jangan2 lagi ngomongin diri sendiri nich hehehe…
Iya… akhirnya muncul juga mas deKing nya


Glekk!! (juga)
Kan jelas mas, saya lagi ngomongin gadis yang mana… hi hi…
Ayo dibaca lagi
Nah kalo Sora, iya tuh kan dia ngomongin diri sendiri,
*Lari takut diamuk “tetangga” itu*
well rounded girl ya???
di kampusku juga ada… almost setiap angkatan ada satu or dua orang… di angkatanku… hmmm tentu saja ada…
kenapa ya kok bisa seperti ini???
sebenarnya tidak hanya perempuan, laki-laki juga sama. Karena dimanapun, di antara yang biasa tetap saja ada yang “melejit” dan potensial jadi well rounded atau all round,
kenapa ya?
Hmm… salah satunya pasti karena alami bahwa mereka memang punya kelebihan di atas rata-rata, lainnya mungkin juga pengaruh penilaian dan anggapan orang-orang di lingkungan mereka kali ya…
Iya…kalau secara tersurat sih jelas si gadis itu adalah seorang sahabat.
Tetapi jangan2 makna tersiratnya lain…aku adalah sahabat bagi diriku hehehehe
*gelar tikar lagi ach*
@jejakpena…
kebanyakan sih emang mereka punya kelebihan di atas rata-rata: secara fisik di atas rata-rata… (klo cowok aku ga tau kenapa… mungkin sama…), tapi secara “otak” … kayake nggak mungkin deh…
# deKing
Jangan-jangannya salah nih Mas
Ciee yang semangat dengan tikar barunya
# YaYaN
Sebenarnya saya takut salah tafsir nih maksudnya mas Yayan, kalau perempuan cuma menang di fisik (misalnya di atas rata-rata) tapi segi kecerdasannya diragukan, agaknya sebutan well-rounded kurang tepat.
Tapi kalau maksud mas Yayan, fenomena ini terkadang terlihat kurang logis, hmm… tidak tahu juga penyebabnya apa…
pas Mba JePe ntar nikah berapa banyak yang patah hati ya?
@ Rifu
kenapa Rif tanya-tanya? Niat mau ngitung?
*hus, masing orang tuh punya nilai tambahnya masing2, jangan asal-kayak-seseorang terus itu jadi nilai tambah*
eh eh eh, saya komen kaya gini agak berlebihan ya?
Ho ho ho….
Rifu, lebih banyak masalah yang lebih penting di dunia ini…
(asli ga nyambung)
Iyyaaa!!!!
Ada yang kena edit tuh
*melirik kejam ke Rifu*
Salah sendiri sih…
btw btw…
udah ganti avatar nih? Yes! Yes!! wabah terus menyebar…
gyaaaaaaaa, kena “sunat” komen…
ひどいよ..
*komen sy yang itu, setelah diedit, jadi ga nyambung banget*
^_^, yasudahlah, memang ga penting, ahaha~
*ketawa gaya Sayuri Kurata*
ganti avatar? ini avatar pertama saya Mbak JePe..
*dan kayaknya tidak menggambarkan saya sama sekali*
*ganti.. ganti…*
*pura-pura ga dengar protes Rifu*
Ah, sadar juga dia, ga penting sih
Eh iya juga ya, sebelum ini Rifu belum pakai avatar… mau ganti lagi? *wabah… wabah…*