Halaah…
Saya sedang nak mengarut sekarang ni. Nak ke tak baca ?
*kesambet Malay*
Ehem. Sungguh. Ini akan jadi sesuatu yang kurang penting (mungkin) tapi saya tidak bisa menahan diri untuk tidak posting. Mau posting yang serius, belum selesai digarap, daripada hancur dan garing lebih baik langsung saja saya tulis yang sudah jelas-jelas garing kan ya? :P
Eh… judul itu sungguhan ada lho. Mulai populer di kehidupan saya beberapa hari ini. Hmm… tepatnya sejak Kamis minggu lalu. Aka-chan (anak bayi) siapa? Eh… bukaan… bukaan… bukan anak bayi yang itu maksud saya. Walaupun kemarin saya sempat jadi relawan ikut belanja pernak pernik maternity, tapi ini asli ga ada hubungannya ke sana. Ini menyenangkan bagi saya lho. Minta maaf kalau nantinya tidak ke anda. :P . Ini masih dalam rangka cari kesenangan di sesuatu yang lain . Dan tidak bisa dipungkiri, terkadang hal-hal sepele bisa punya imbas yang signifikan ke perasaan. Bleh… (bicara apa ini?). Jadi? Mari bersenang-senang…
Sebenarnya ini mungkin agak sedikit memalukan kalau diceritain, tapi saya ga salah dong. Ini fakta sih. Jadi faktanya, sejak minggu lalu di kelas bahasa panggilan itu jatuh ke saya. Oh… tunggu… tunggu… jangan menuduh saya narsis sok imut atau anak kecil. Yang punya inisiatif manggil itu orang lain lho. Jadi sekali lagi, ini fakta.
Gara-garanya cuma sepele, abis ada yang giliran speech di depan kelas, terus ada beberapa hal terkait yang dijelaskan oleh sensei lalu entah kenapa menjurus ke topik anak kecil, ibu dan adik bayi. Tiba-tiba Chin san, chinese student, nyeletuk… ”Aaah, kanojo mo aka chan yo!” (Eh, dia ini pun aka-chan lho…). Spontan. Dan seisi kelas langsung setuju T_T. Berulang kali saya protes tapi sia-sia aja. Huff… dia itu kalau sudah ngomong berpengaruh kali sih di kelas (-_-). Alasannya sama dengan kejadian tahun lalu, saat di kelas buat surprise birthday party untuk teman yang ulang tahun. Ketahuan jadinya saya yang paling kecil di kelas. Sejak itu dipanggillah dengan akhiran “chan”. Jadinya, katakanlah nama saya hiruta-san, sejak itu menjadi hiruta-chan (seringnya pas dipanggil, “chan” malah bertransformasi jadi “chang”) atau Jepe-chan. Sekedar contoh saja itu ah… jangan terlalu dipikirkan
.
Hmm… Sebenarnya ada seorang lagi anak cowo yang tahun lahirnya sama, tapi katanya dia, saya tetap lebih muda. Karena dianggap sama-sama “anak kecil”, belakangan dia kebagian panggilan yang sama juga. Baguslah, paling gak saya ga sendiri… ^^; Tapi benar kok, di kelas itu, rata-rata usianya itu sudah dua puluh tiga ke atas, jadi maklum saja kalau mereka merasa kami masih adik-adik. Walaupun sebenarnya saya pribadi tidaklah terlalu rewel masalah umur ini. Tua ya tua saja, kalau memang masih muda, kecil… ya sudah. Tidak ada yang perlu diributkan harusnya. Emm… intinya sih, mau masih muda atau tua, atau bagaimana, itu bukan sesuatu yang harus bikin rewel lah. (dikejar seseorang nih!)
Maka hingga hari ini, resmilah saya dipanggil aka-chan begitu. Ah.. tentu saja hanya terbatas teman-teman dekat dan para sensei kelas bahasa saja. Awalnya aneh dan tidak terima sih, tapi setelah dua jam pertama dipanggil begitu sampai sekarang, kayanya itu menyenangkan ya? Seperti terus didoakan agar tetap muda… (whohoho.. harap bersabar diri bagi yang ingin kalap)
Oh ya… setelah sukses menabalkan stempel aka-chan ke saya, pembahasan berlanjut ke cuaca. Konon kabarnya, orang Jepang merasa sebagai orang yang paling banyak dan paling sering bicara cuaca dibandingkan bangsa lainnya di dunia. Dan saya merasakan sendiri akhirnya, topik pembicaraan yang akan paling sering ditanyakan saat berkenalan atau bertemu dengan orang Jepang adalah, bagaimana cuaca di negara anda, bagaimana dengan cuaca Jepang, sudah terbiasa dengan empat musim disini dan tipe-tipe sejenis seputar cuaca. Disamping tentu saja mereka juga suka tanya makanan. Bagus juga sih, coba sempat mereka tanya bagaimana stabilitas politik dan kondisi pendidikan, hmm… topik yang terlalu melelahkan untuk dibahas sebagai pembicaraan ringan di awal-awal perkenalan. Lagipun jangan-jangan saya bisa kehabisan nafas kalau sudah bicara seputar masalah itu. So complicated.
Ah iya, jadi kembali ke cuaca. Sepanjang natsu (musim panas), curah hujan yang paling tinggi jatuh di bulan Juni. Kalau sudah bicara hujan…hmm… saya termasuk yang senang saat mendengarnya. Entah kenapa saya suka hujan. Aneh tidak?
Ah… ini maksudnya bukan seperti yang suka sengaja cari gara-gara dengan jalan tanpa payung tanpa tujuan yang jelas di tengah derasnya hujan. Sama sekali bukan. Beraktivitas di luar ruangan di saat hujan lebat, petir dan angin badai (bagaimana? lengkap bukan kengeriannya?), itu sesuatu yang saya hindari. Jika tidak terpaksa benar, saya akan lebih suka melakukannya setelah hujan reda.
Jadi begitulah, saya penyuka hujan. Mengamatinya saat jarum-jarum air menyentuh genangan air lalu berbaur dengan yang lain. Nyaman saja rasanya. Dan beberapa waktu belakangan ini, dari akhir Mei hingga sekarang, hujan cukup sering turun. Sabtu Minggu kemarin malah deras-deras hingga gerimis jadinya. Kebalikan ya? ^_^ Kadang sejak subuh hingga sore. Kenyamanan saya lainnya adalah mendengarkan bunyi tuk-tuk-nya itu. Seru. Apalagi saat memandangnya dari balkon kamar. Eh, dari kamar di lantai tiga ini, yang nampak malah cuma roof-top apartemen seberang sih.
Ah… Biarpun begitu tetap saja saya teguh pendirian (bleh…). Pokoknya hujan itu menyenangkan. Walaupun saya sendiri tidak ingat sejak kapan kesenangan ini mulai melekat. Kayanya sudah lama benar
Aaa… *tiba-tiba ingat sesuatu*
Waktu SMU saya pernah baca… (maaf lagi-lagi lupa bacaannya) cerpen kalau ga salah. Anak cewe sih yang katanya kalau sedang sedih dan ingin menangis, dia akan senang melakukannya sambil berjalan dalam hujan. Biar orang lain ga tahu kalau dia sedang sedih. Hmm… aneh juga ya, rasanya terlalu mendramatisir begitu. Kalau sampai sakit? Atau pingsan di jalan, dalam genangan air hujan? Apa gak ngeri tuh? (dooh… imajinasi… ). Hmm… tiap orang itu memang punya keunikan sendiri-sendiri. Asal metode ini (halaah) ga langsung digeneralisir sebagai gaya mellow anak perempuan pada umumnya saja. ;) Ingat! dikatakan bahwa, generalisir itu khas orang yang malas berpikir.
Nah… kalau yang faktanya saya ini menyukai hujan, merasa nyaman dengan hujan… biarkan saja begitu. Saya agak aneh memang. (Secara hampir semua teman saya tidak suka sih dan saya dibilang aneh jadinya…). Ada benarnya juga… jarang-jarang banget ada orang yang suka hujan. Ah, biarkan sajalah… Terlanjur sih. ( What a lovely strange aka-chan ya…)
- hmm… mengarut dah selesai -
*Malay mode off*
Note : judulnya di-apdet ^^; (Harap jangan kaget menemukan kerancuan dalam judul… Inggris, Japanese dan bahasa Indonesia


pertamax!!! baca belakangan…
Bleh… betapa tenarnya stempel antobilang ini, bahkan saat dia sedang hiatus seperti sekarang…
Heran saya…
(hihi.. sendirinya masih bawa-bawa juga terkadang ^^; )
Heeh?? Ma malah pernahnya liat temen Ma yang cowo nangis di bawah ujan -tapi hampir hampir ga ketara kalo dia nangisnya-,, sedih banget rasanya ngeliatnya
huhuhu, sementara di kelas saya dipanggil kakek…
hmmm, bakat nulis puisi nih kayaknya.. tapi kok ga pernah nemu postnya JePe yang puisi ya?
Hujan Bulan Juni
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu
*huhuhu, hidupku sedang dipenuhi puisi*
@ Ma!!!
Waah… unik juga teman Ma tuh ya…
Eh… kalau dipikir-pikir… iya juga ya… kaya menambah kesan tragis gitu… hmm…
@ Rifu
Mau ketawa ini baca komen si Rifu.
Habisnya saya enggak sampai sebegitunya sih…
Anda pembaca bakat yang salah
Eh, puisi Hujan-nya bagus tuh
huhuhu, iya lah. yang nulis Sapardi Djoko Damono gitu.
*jadi inget, dulu waktu SMU, sampai ngumpetin antologi “Hujan Bulan Juni” supaya ga dipinjem ma orang lain*
Hmm… (o_0)
*tuktuktuk*
*celingak-celinguk*
Ohayou gozaimasu ne, Aka-chan.
ah, ganti nama Aka-chan, manggilnya gimana?
iiih….
lutuna…
dipanggil aka-chan…
*otak langsung berputar*
*membayangkan sosok aka-chan ini*
*hmmm…*
*langsung ga ada bayangan*
siiip…
brarti sekarang dipanggil aka-chan aja kali yah…
paling nggak lebih keren dari pada dipanggil bayi …
*lariiii*
@ Rifu
Hee… anehnya sampe nyembunyiin puisi gitu, kan puisinya gak abis walaupun dilihat orang lain
*aneh*
@ Sora9n
“Hmm” nya itu kenapa?
Aaa… ohayou gozaimasu sora kun
*jawabnya pas udah siang sih*
^^;
@ cakmoki
^_^
Mmm… boleh deh Cak…(serasa didoain terus supaya tetap muda
)
*dilempar massa nih*
@ YaYaN
Iya kan? Iya kan?
*huff untung diposting*
Hihihi… ya… ya… memang ga ada bayangan yang jelas, habisnya aka-chan aneh sih
Hooh… bakal ada penampakan sosok aka-chan juga nih kayanya di sini..
hmm.. boleh deh ^_^
Areee???
Dikirain serius mau manggil…
*kejar!!!*
(dooh… kenapa saya ini
)
hmmm, satu hal, orang jepang tuh kalo ngeliat Aka-chan kan selalu bilang “kawaii ne..” ya?
jadi terpikir, sebenernya saya curiga, jangan-jangan JePe sengaja mengepost tulisan ini (dan make avatar Ayu-chan) supaya terbentuk image bahwa JePe itu manis beneran.
*manis beneran ga yaaa??*
*kabuuurrr*
Ehem… begini ya…
Jangan terlalu mendewa-dewakan akal begitu, apalagi memperturutkan prasangka…
Terserah anda sajalah mau menilai maksud saya nulis postingan ini…
enaknya dipanggil aka-chan,,,,
saya dipanggil obaa-chan,,,nasippp…T_T
tapi apa iya mbak jepe beneran seimut dan sepolos bayi????
jadi penasaran……hihi..
*ikutan kabur brg rifu sblm di lempar botol susu ma mbak jepe*
Dooooh…. obaa chan satu niiii….
Jadi kaya gitu tafsirannya… bleh…
Kan saya bilang tuh karena saya paling kecil di antara yang lain jadinya dipanggil begitu.
Imut? Polos? hmm… peluang terjadi penindasan begitu kentara ini…
Eeeh… 9racehime, penasaran ya?
Yuk… yuk… kita kopdar…
Hahahahahaha,,
Imut??
Polos??
atribut yang bahaya itu,,
heeh? kopdar?? gimana caranya dari jepang mo kopdar???
Whohoho.. saya kira juga begitu Ma …
Eh? Iya ya… tercetusnya ringan gitu

Mari cari jalan
(dooh segitunya…)
kopdar? yaaa, JePe cepetan lulus dan segera balik ke indo. trus maen ke bandung, yah yah yah…???
waduh, ditegur lagi..
*Baca komen di atas*
…
…
…
Gomen ne Rifu…
Hahahaha,, kalo ini bukan ****** quarrel ya,, abis udah gomen-gomen-an,,
Kopdar?? sama Hiruta,, Mauu!!!!!!
Ya bukanlah…
Dooh.. Ma ini… saya udah tahu lho bintang lima quarrel itu apa
Kopdar? iyyaaa… yuk semuanyaa…
bintang enam maksudnya?
aah iya, bintang enam maksudnya…
setuju ga nih jadinya dipanggil aka-chan???
hmmm…
khawatir… jangan-jangan ntar avatar ayu-chan diganti gambar aka-chan nih…
Kan udah diijinkan Mas…
Saya sudah menikmati kok panggilan itu
Mau ganti avatar? Pakai gambar aka chan?
Whohoho.. tidak terlintas sama sekali…
Mau pakai ini dulu…
^^;
ooh, begitu toh.
ternyata paling kecil di kelas, pantesan…
YOU GOT THE POINT
*jingkat*
*jingkat*
*kabur!!*
ya…ya… setuju dengan quote ini!
nggak mau tambahan chan takutnya jadi peyek ka-chang, hehehehe apa lebih bagus ya hiks!
@ yud1
un, kecil ini dalam artian usia…
Mestinya memang tidak ada tendensi lain seperti wacana anak bayi yang imut, lucu atau apalah, tapi kalau memang ada, ya apa boleh buat
Yaa!! I did!

Puwass?
…
(belakangan jadi kaya begini …)
@ peyek
Whuaah… saya jadi kepingin cemilan itu nih jadinya Pak…
Halah,, bintang enam,,
kmaren Ma salah ngitung bintang bintangnya,,
eh emang hiruta udah tau?? -Hhh,, Ma dan mulut besarku,,-
Paling muda? emang yang sekelas umurnya berapaan??
iya, udah tau…
whohoho… bagaimana Ma ?
23 tahun ke atas ^^;
** baca dulu posting & komen-nya **
eh, saya di sini sibuk menghitung bintang, lho…
gak nyambung ya?
Hehehe… jumlah yang benarnya disini bintang enam Mas,
Baiknya sih ga usah dihitung, parah soalnya…
Kok aka-chan…?
Bagusnya aka-tan, lho
woi…
*copy paste komen Shan In kemarin*
Wakakakaaa….
Nyaaa~
Nyaaa~
Nyaaa~
Saya dipanggil apa ya~
Nanya ke saya? Ini aja yang udah jelas…
13™- chan ! gimana?
Kenapa nggak Shan-chan aja?
Atau… In-chan?
…
Ne, sono namae de ii no? Je~Pe-tan?
*kabur dengan terpingkal-pingkal
*
13™- chan
Bacanya kan ju san-chan juga…
terserah Shan In sukanya yang mana …
Sonna koto dame da yo !
Pokoknya™ aka-chan!
heh, JePe ga sadar ya kalau sudah mulai terjebak ini:
ataauuu, memang pengen? kan bukan Aka-chan kalau tidak ditindas.. huhuhu…
kenapa harus ditindas???
kan inosen gitu panggilannya,,,,
*lemot*
@ jejakpena
Hai desu ne, Kacchan…
@ 9racehime
Justru karena inosen dan tak pernah tersiksa oleh dunia, makanya harus kita tindas…
btw, aka-chan ngajak kopdar??
wah mau dunk! *semangat bukan gr2 mu ktemu mbak Jepe, tp pengn ke jpg..hohoho*
ga tega ahh nindas aka-chan,,,,huehehe*sok suci* ;p
@ grace
emang sebagian orang punya hobi buat nindes orang lain kok,,
Hmm,, jadi ga ini kopdarnya,,? (Rifu ama grace udah niat nih hiruta,,)
siapa yang bayarin tiket ke jepangnya??
@ Rifu
Hahahahaha,, selamet ya Hiruta,,
Ma nonton dari sini deh,,
*bentang tiker*
speechless
Maunya… Kae-tan sih
(Kaede kan chara roleplay saya~)
ga mao, nee-chan.
Kae-chan kayaknya imut deh~
(Kaede = nama chara roleplay saya)
kamu itu gimana sih Ma, biar murah, Aka-chan cepet lulus aja ya, trus cepet2 ke indo aja…!!! nah nyampe disini, samperin satu-satu.. Palembang… Jakarta.. Bandung…
*enak di kita, ga enak di JePe*
Aaa… bakalan panjang kalau dijawab satu-satu… karena saling berkaitan, dirangkum sekalian yaa…
- Wacana menindas sosok
imut, polos, lucusiapapun lah itu, saya niatkan sebagai salah satu bentuk perhatian, terima kasih ya …*dilempar nih jangan-jangan*
- Masalah kopdar, mari jadikan agenda dulu untuk sekarang ini, siapa tahu bisa terealisasikan suatu saat nanti ^^; Mengenani usulan Rifu itu, bagus juga. Betapa baik hatinya anak satu ini, kalau memang spt itu, saya langsung yakin, Rifu orang pertama yang tidak akan saya samperin
(Hihi… siapa suruh ngusulin kaya gitu…)
- Buat Shan In, kaede-chan ya?
)
Hmm… kayanya bagus juga ya… boleh deh. Disetujui.
(bleh… macam apa aja perlu persetujuan saya
*tuktuktuk*
*bacabacabaca*
:: jejakpena
hmm. sebenarnya sih bukan bentuk perhatian, ya… mungkin lebih tepatnya, ‘pelampiasan untuk bersenang-senang’, sih.
*menunduk sopan*
*pergi lagi*
yud1…!!
Perlu berapa banyak bom sih biar kapok?
Ckckck… jangan-jangan inilah dia tipe `penindas berdarah dingin`…
up… up…
and slam…
*huuaaaaa, masa ga bakal ketemu JePe???*
JePe, jangan pernah menyinggung bom kepada orang yang bikin kaget satu sekolah dengan bom buatan tangannya sendiri… *sundel bolong mode: on*
anda benar…!!!!
Heee?
kenapa ini? kenapa ini?
Kenapa harus pakai mode sundel bolong gitu Rifu?
Eh? dapat pembenaran nih yang penindas berdarah dingin? *lirik seseorang*
kenapa? gaya ngomong JePe yang seolah2 setuju tapi kemudian… ya begitulah. hanya Karena saya menanggapinya serius sih. *dan kemudian baru sadar kalo itu bercanda*
oh, itu istilah diantara gw ma yud1.
hihihi, JePe belum pernah ketemu yud1 sih. *saran saya, kalau kapan2 mau kopdar ma nih orang, persiapkan diri anda untuk mengcounter tindasannya*
@ Rifu
Hmm… gitu ya? Jangan khawatir …
Jangan-jangan itu malah memancing jiwa penindas saya yang terpendam…
@ yud1
Cieee… ada penampakan baru nih, avatar “alternative me” nya yud1…
keren… keren…
-btw, di blog yud1 gak men-support munculnya avatar ya?-
JePe, blockquote nya lupa ditutup ya?
hmmm, karena terpendam ya makanya selama ini ga keliatan? hmmmm, soalnya selama ini saya melihat JePe sebagai agak keibuan
terutama dengan teguran-teguran nya itu.Aaah.. iya, diperbaiki deh… Thanks ya ^^;
Masa orang negur identik dengan keibuan? Kurang nyambung deh kayanya…
ups,, ehem,, ga kok,, beneer,, keibuan,,
*kabur sambil senyum senyum sendiri*
cara negurnya itu lho. sabar banget. bukan cuma negurnya aja yang membuat saya berpikiran seperti itu.
ya kan? tuh, Ma aja setuju.
@ Ma
Sini Ma! Jangan kabur dulu!
@ Rifu
Keibuan? Sabar?
Mmmhh…
I have no other way to express it now, huahahaa…
Rifu… Rifu…
*submit komen sambil ketawa ampe batuk*
heeee…pdhl saya pikir bener lohh mbak jepe ini keibuan…..
saran2nya dewasa sekali gt……
*masang tampang inosen*
Walaah si 9race lagi…
Benarkah???
*mikir sambil manggut-manggut*
Benar gak ya?
Ah, kalian ini ada-ada saja, saya ini kan aka-chan… Lupa?
:: jejakpena
yah, berhubung pengguna engine WordPress.org juga diintegrasikan dengan WordPress.com, jadi memang ada feature dari WP.com yang bisa saya pakai.
ada rencana install plugin buat avatar sih di tempat sendiri, tapi lihat nanti deh.
:: Rifu | :: Rizma | :: 9racehime
…iya ya? memang kesannya jejakpena ini keibuan, gitu? saya kok malah merasa jejakpena ini sebagai aka-chan yang lucu, imut, polos…
…dan gampang ditindas.
@ yud1
Ma sebenernya ga ikut ikutan masalah ngasi pendapat kalo hiruta itu keibuan,, cuma ikut ikutan numpang ketawa ama batuk batuk sendiri aja,,
*kabur lagi*
@ yud1
Hooiiii!!!
Payah ah kalau jiwanya sudah begitu…
@ Rizma
Bleh… yang submit komen sambil ketaw ampe batuk itu kayanya saya deh
Eh, jangan kabur dulu! Maa!!
Wah Mbak Hiruta pakai chan ternyata keibuan, bagus bagus
Tahu nggak Mbak, Ayuk yang ikut bilang Mbak keibuan itu dulunya juga keibuan tapi gapapa ntar kalau sudah jadi ibu hati-hati ibu yang keibuan bisa jadi ibu yang pemikir.
Mbak aku juga suka hujan dalam arti lebih enak kalau mau tidur saat hujan, ada sedikit masalah dengan tidur.
Tapi aku gak suka kehujanan, gak tahan dingin.
@ rifu
…
Mbak hiruta? Keibuan…?
… dusta!!
*langsung kabur sambil ngakak*
:::::
@ yud1
Nah, kalau yang ini baru betul.
@ secondprince
Lhaa… kan ada yang protes soal keibuan itu di atas-atas sana Bharma. Saya sendiri aja gak yakin.
Ma dulunya keibuan? Terus sekarang? *langsung penasaran*
Ahahaha… iyalah Bharma, kehujanan itu ga enak. Eh, sesekali sih gak papa pas pingin, ngkali
@ Sora9n
Yak. yak. Hidup jiwa tukang tindas sejati!!
*bawa sekarung bom ke tempat Sora*
*lempar satu-satu*
*pulang dengan puas*
Walah,, Bharma ngegoispin Ma di sini ya?? untung Ma cepet kesummon nih,,
Ma pernah keibuan gitu?? ngaraaaanggg kaamu!!!
Sumpe Bharma sok tau sejati!
*timpuk pake Dorland*
Hiruta,, kalo masalah susah tidur sih Bharma jagonya,, dia sih ga suka tidur,, kerjanya belajar mulu,, ampe epitaksis,,
*kabur sebelom disuntik Bharma*
@Mbak Hiruta
sekarang sih orangnya malu mbak kalau dibilang keibuan,tuh lihat komen diatas. Lihat aja pake gugup tuh nulisnya.
@Ayuk
epistaksis yuk pake s ,ah situ suka denger gosip sih…….
ahahahaha,, bukan malu,, emang ngga!!
ah iya, salah tulis,,
maapkan saya, master!
iya, kan Ma ga kuliah hari itu,, makanya dapetnya gosipnya doang,, *harusnya tetep aja ga salah nulis, Ma!*
eh Hiruta,, Bharma nih pinter banget lho!!
udah pinter, baik pula,,
*kabur sebelom diamukin Bharma*
kenapa dia bakal ngamuk? dia pemalu sih,, ga suka dipuji,,