Sebenarnya sudah agak lama (beberapa minggu mungkin?) saya menemukan artikel tulisannya Mas ini . Artikel yang bagus dan cukup mewakili beberapa isi kepala saya. Sayangnya saya tidak sesistematis itu mengungkapkannya
Lihat judul tulisan ini? Hmm… Bukan apa-apa sih. Cuma pernah terbaca fenomena di sekitar akan tuduhan beberapa orang-yang-hatinya-kurang-bahagia-(mungkin), betapa dunia terlihat begitu bersahabat pada si cantik dan sebaliknya, terlihat tak adil pada yang bukan cantik. Walaupun tentu saja pada kenyataannya banyak yang tak ambil pusing dengan hal itu. Ada yang cukup menjawab, `Ah, toh cantik itu relatif kan?`. Jadi biasa saja. Tapi seorang teman dengan iseng bilang, `Iya sih, katanya cantik itu relatif, tapi jelek itu mutlak…` (halaah). Maksud? Ah, sudahlah. Akan tidak penting dibahas.
Eh, sebenarnya bukan hanya cantik saja sih, ganteng atau tampan juga sama. Hanya saja entah kenapa wacana keperempuanan biasanya terkesan lebih mencuat dan menonjol?
*jangan tanya saya karena saya pun tak tahu *
Ini kutipan tulisan tersebut :
Ini bukan hasil riset, tapi opini pribadi. Saya sendiri menganggap berbeda antara ‘cantik’, ‘manis’, ‘cute’, ‘menarik/attraktif’, dan ‘jelita’. Karena menyangkut perasaan, saya sulit membuat pembatasan jelas tentang kategori-kategorinya. Ada yang menurut saya cantik, tapi somehow, kok tidak menarik. Ada juga yang sebenarnya kurang cantik, tapi somehow lagi, kok ya sangat menarik.
Saya mengusulkan kita menggunakan istilah charming untuk orang-orang yang tidak peduli cantik atau tidak, tetapi menarik. Berlaku untuk pria dan wanita. Istilah charming ini juga dipakai, supaya judul yang saya gunakan bagus dan berima (“charming” itu penting!)
Nah, menurut saya, charming itu tidak terkait dengan kecantikan fisik. Intinya, charming adalah kemampuan membuat nyaman dan enak untuk orang-orang dalam melihat kita. Jadi, charming ini saya usulkan untuk mengganti beautiful dalam literatur economics of beauty.
Seperti ditunjukkan dalam riset-riset, ternyata memang charming itu penting! Orang-orang charming mendapat penghasilan yang lebih besar, lebih sedikit berprilaku kriminal, dan lebih disukai untuk dipilih.
Sekarang, apakah dunia tidak adil? Sementara cantik/ganteng itu fisikal, kalau anda mau sepakat, charm itu tidak terkait dengan fisik. Anda bisa saja ganteng, tapi belum tentu charming. Anda mungkin kurang cantik, tapi bisa jadi charming (bisa juga tidak). Jadi, charm itu bukan kualitas yang given, tetapi kualitas yang bisa didapatkan, bisa dipelajari. Charm terkait dengan bagaimana kita ingin menampilkan diri kita. Personal branding. personal positioning, yang bisa dirancang. Nah, kalau begitu, dunia itu tidak tak adil. Netral. Karena jadinya tergantung kita, mau belajar jadi charming atau tidak?
Selanjutnya, bagaimana menjadi charming ? Nah, untuk yang ini saya juga masih perlu banyak belajar, he33x. Mungkin orang-orang yang telah charming di luar sana tertarik menjelaskan?
—
Dengan sendirinya kalimat judul itu ter-negasikan ya? (menurut saya begitu, secara saya setuju dengan tulisan tersebut). Dan diantara sekian banyak yang kita punya, yang terpenting tentu saja berusaha mensyukuri apa yang sudah Tuhan anugerahkan.
Btw, jadi teringat dengan omongan salah satu temen saya dulu saat ditanya `kenapa` tentang pilihannya. ” Dia memang biasa aja, tapi charming-nya itu…” jawabnya sambil tersenyum penuh arti. … Agaknya dia sudah punya konsep melihat charming tidaknya seseorang ya?
–
Jadi? Ya… intinya (based on the article) :
“Charming adalah kemampuan membuat nyaman dan enak untuk orang-orang dalam melihat kita”
Dan, iya lagi. Karena saya setuju dengan usulan `charming` tersebut -dan itu jauh lebih penting daripada cantik atau ganteng- mungkin itu bisa saya pakai nanti. *bletaak*
Errr… pertanyaannya masih ada tuh kan? `Bagaimana Menjadi Charming?`
Ps:
- Lihat tulisan lengkapnya disini.
- Buat Mas Lucky, `saya kutip disini tulisannya. Ijin ya`.



ah masa sih..
*belombacatapimokaplingpertamaxdulu*
*timpuk Almas*
Sebegitu pentingnya itu kapling?
Hairan saia.
cantik, menarik, ayu, jelita, molek, seksi dll……..
hmm artikelnya membuat sayah teringat pikiran aku beberapa tahun lalu ya.. saya mungkin melihat bahwa pendapat seseorang tentang hal yg diats lebih banyak pada lingkungan.. yg ngerasa dunia tidak adil kayaknya lebih banyak dari korban lingkungan dalam hal ini korban media atawa iklan…
dalam pikiran sayah setiap orang entah jelek atawa cantik mempunyai sesuatu yg sulit didapatkan dari orang laen, keunikan tersendiri yg seharusnya dikenal oleh mereka yg berpendapat seperti diatas sehingga ungkapan diatas tidak ada sama sekali….
kalo soal charming.. kayaknya lebih masuk dalam hal kepribadian ya…
@hiruta
weks… penting non apalagi dirumahnya
tantenona hiruta*minggat ke timor-timur*
hem… kamu memang cantik. *gombal mode on*
judulnya menohok. tapi memang kadang dunia tidak adil pada yang tidak cantik / ganteng. serba salah. misalnya cowok -maaf- yang
jeleknggak ganteng jalan ama cewek cantik, dikatain nggak pantes. atau cowok ganteng jalan ama -maaf lagi- cewek nggak cantik, dibilang bawa pembantu. sadiiisss…tapi ini kenyataan lho…soalnya sering mendengar hal itu dari mulut2 orang disekitar saya…
Idem.
Tapi kalo saya dengarnya, biasanya langsung ngeritik pedas, “Memangnya kamu seganteng apa sampe nilai cowo/cewe itu jelek, dan pantas buat dicengiri?”
@ almas
Ah, bisa jadi ada benarnya. Kapan itu saya pernah baca, ada cewe yang meninggal karena minum obat pelangsing. over dosis. Korban media? *miris*
Bisa masuk salah satunya, kayanya
Eh, tolong ganti itu yang di-strike, Almas.
@ danalingga
Should I pay it back?
@ cK
Mhuahahaha… iya juga ya
btw, entah kenapa, saya punya `cita rasa` tersendiri sama orang yang suka ngomong tanpa sadar kaya begitu.
@ Alex
Terus dijawab apa? Jangan-jangan kalau dianya lebih cakep dan cantik, dia bakal mesem-mesem bangga ya?
Saya hanyalah seorang laki-laki yang tidak ganteng, tidak charming dan tidak baik.
Eh JANGAN PERCAYA itu. Saya hanya BERBOHONG kok
*****
Gugling ah…
Cari buku tentang “Kumpulan tips untuk personal branding dan personal positioning” hehehehe
Entah pesan rahasia apa yang ingin disampaikan Manusia Biasa satu ini…
Btw, selamat berjuang!
@ deking
bodoh
*liat komen cK*
Hush. Itu kan bagian dari usaha mempelajari biar jadi `charming`!
percaya nggak :
“semua perempuan itu cantik dan semua laki-laki itu ganteng”
tapi cantik dan ganteng itu konstruksi sosial yang kebanyakan dibentuk oleh produk-produk penghasil alat kecantikan. saya masih ingat beberapa jargonnya spt “putih itu cantik”, “berambut lurus panjang itu cantik”, dllllll,……
*itu semua palesuuuuuuu*
yang terpenting adalah apa yang ada “di dalam”…..
Hoooiiii…afa maksudnya itu?
Saya hanya sedang terjangkit wabah narsis saja…gara2 terlalu sering ngobrol dengan Chika
*Aduch Chika datang … ngumpet di balik Hiruta… *
Aduch afa lagi ini?
@Bang Fertob:
Iner biuti ya Bang?
Kayak saya dunk …
bletakkk!!!!
*Dilempar pena oleh jejakpena yang berjejak*
ada yang bilang… biuti is in de ay op de biholder *halah*
cantik atau ganteng itu akhirnya relatif. dan saya sependapat. soalnya yang membuat saya jatuh cinta adalah his attitude. Kalo cantik atau ganteng tapi kelakuannya bikin sebal gak charming dong jadinya….
*gak tau deh komentar ini nyambung atau gak*
hehehe, gw setuju juga dengan pernyataan diatas, klo charming tuh dah beda ma fisik. Tp lebih pada sikap… ^_^
atau bahkan aura… (duileeeh…)
btw, lam kenal yaa… ^_^
Sebenarnya .. dunia itu adil .. mungkin kalau dipertajam lagi lebih mengarah ke dunia pekerjaan .. untuk Customer Service tentu diperlukan orang2 yang cantik atau ganteng .. karena memang itu lah point-nya. Menempatkan wanita2 cantik atau laki2 ganteng untuk menarik konsumen. Saya pikir sah2 aja ..
Begitu juga dengan dunia keartisan .. tentunya untuk membangun citra yang apik diperlukan wajah2 yang dapat mewakili corporate image .. so, bisa juga menggunakan wajah2 yang tidak cantik atau ganteng untuk produk2 tertentu.
Tapi berbeda dalam pergaulan .. charming lah yang lebih menentukan sukses tidaknya seseorang dalam pergaulan. Banyak bukti dan fakta yang saya temui, orang2 yang tidak cantik atau ganteng .. tapi temannya banyak karena dia luwes dalam pergaulan.
Bahkan teman2 yang cantik dan ganteng malah punya teman yang sedikit karena – mungkin – milih2 teman, atau merasa kecakepan dll .. jadi dunia itu adil koq .. alam semesta tidak pernah tidak adil .. siapa yang menanam dia yang akan menuai .. itulah hukum alam. Tidak tergantung cantik atau tidak.
Oh iya, dari pengalaman hidup saya selama ini, ternyata orang yang cantik/ganteng itu lebih PD dan lebih mudah bergaul. Entah kenafa bisa begitu?
sebenarnya charming lebih cocok untuk wanita
*korban iklan*
saya ga terlalu peduli sama tampilan luar
jadi saat berhadapan dng saya ga perlu pake bajukalo masih peduli cewe lain, bisa dimarahin istri
@ fertobhades
Hehehe, iya, pernah dengar bahwa definisi `cantik` dan `ganteng` itu hasil pemenangan ide yang dikiblatkan ke satu `arah disana`. Penguasa ide itu katanya (masih) ras kaukasoid.
Jadilah definisi cantik itu, kaya begitu ya, putih, hidung mancung, tinggi semampai, berat proporsional. Dan ganteng juga begitu, kiblatnya masih kesana juga.
Terus jadi deh iklan-iklan pemanfaatan oleh produk-produk itu tadi.
Un, mestinya kita tidak terjajah sama definisi cantik atau ganteng hasil konstruksi sosial itu ya.
Ciee… Bang Fertob. Kayanya bisa nambah ke ciri charming nih. *conteng*
@ deKing van de Dreef
Tenang, saya saja tidak tahu kan tuh?
Lho, tadi katanya mau gugling tips-tips itu? Ya kesana maksud `berjuang`nya.
Heeh? Manusia biasa bisa narsis juga rupanya? *takjub*
*timpuk dengan pena, sekalian botol tinta*
@ itikkecil
Ahihihi… *catat pengakuan Mbak Ira*
*halaah!*)
(dengarlah ini wahai lelaki
Setuju…
Eh, nyambung. Nyambung. ^^
@ mitra w
Weww… aura ya?
Yap, salam kenal kembali
@ erander
Bener Pak. Mau cantik atau tidak, ganteng atau tidak, sebenarnya dunia tidak tak adil. Karena yang given itu tidak sepenuhnya menentukan.
@ danalingga
Gak heran juga, Mas. Mungkin terkait penerimaan lingkungan yang begitu `care` dan `hangat` cuma sama orang yang jelita dan tampan?
Atau memang sendirinya mereka itu ada `charming`-nya.
@ caplang™
Ahihihihi… Terus yang laki-lakinya cocoknya apa ya?
Tapi, definisinya yang di atas itu bisa dipakai untuk dua-duanya kan ya?
…
Jelaslah. Tentu saja.
Ya, gampang. Tinggal bilang: cakep itu relatif. Di mata saya kamu nggak lebih cakep dari dia…
Oh, ya. Dia bisa balas: matamu sakit.
Tinggal jawab, “kalo mataku sakit, kenapa wajahmu tidak pernah masuk finalis coveboy sekalian?”
[...] melampaui tatanan apa yang dianggap normal oleh orang lain. Seperti postingan yang mempertanyakan apakah dunia tidak adil pada yang tidak cantik, yang seringkali membuat kita merasa betapa banyak orang picik di muka bumi ini yang merasa ia [...]
dunia (manusia) emang tidak adil, Tuhanlah yang adil
http://suakahati.wordpress.com/2007/08/03/perjalanan-sebuah-nyawa/
ada juga yg bilang gini :
yah, jadi ingat masa lalu, nih
IMO, cantik atau nggak itu bukan masalah. saya percaya bahwa tidak ada cewek yang tidak cantik. beneran, saya bukan lagi ngegombal
tapi,yah, saya pernah ketemu seorang cewek yang mungkin ‘tidak terlalu cantik’ kalau definisinya itu seperti yang ada di TV dan media. tapi daya tarik kan tidak terbatas di situ? akhirnya memang, (menurut saya) seseorang itu jadi punya daya tarik sendiri karena apa yang ada dalam dirinya. dan sepengalaman saya, hal ini berlaku general. alias, bukan cuma saya yang berpikir seperti itu
btw, kenapa harus mikir soal ‘cantik’ atau ‘nggak cantik’, sih? menurut saya apa yang disebut sebagai ‘cantik’ itu berasal dari apa yang ada di dalam diri seseorang.
orang yang sebenarnya biasa-biasa saja, bisa kelihatan cantik karena banyak hal: kepribadian, kecerdasan, sikap, dan sebagainya. eh… ini maksudnya lebih ke arah ‘charming’ kali ya?
~pengalamann
~
pengennya sih dpet yg cantik,sexy,pinter n baik hati
tapi klo ga bisa sih mending yg baik hati aja.
cantik dll kan bentaran juga ilang
klo hati ampe mati ya msh baik aja
*mulia bgt*
walah, Ma baru kebaca tulisannya,,
Ma sih kadang kadang masih suka mikir masalah ini, dan berakhir dengan orang orang suka bilangin Ma ga pede dan laen laen,, not helping,,
Tapi kalo sekarang sih Ma mikirnya udah ga peduli lagi sama penilaian orang tentang cantik ga cantik, dan nyampe ke tahap itu susah, dan suka bete kalo orang dengan santainya bilang,,
‘kok gitu doang sih susah banget sih Ma,, ga pedean banget sih?’
Tegaaa!!!
Karena buat yang sebelomnya udah dengan self esteem yang rendah, itu susah banget,,
aha, masalah kata……..
— Bebaskan “kata” dari “makna” [kata: Presiden Penyair – Sutardji C. Bahri)
@cK (komen no 6)
jadi inget slogan “terinjak kodok”
Jadi inget ucapan teman kalo wanita itu setelah kenal bbrp saat tidak lagi mempermasalahkan cakep atau ga cakep lagi pada diri seorang lelaki, yg penting bagi mereka inner-nya.
Bener gak ya ???
*lirik para wanita*
-numpang narsis-
Oh yg tulisannya mas lucky temennya igun dan olga cs ntuh. Dulu juga aye pernah baca lho
Ahem, untung gw cakep [buktinya belum pernah ada yg bilang jelek sama gw, hehehe maksa
], jadi kayaknya dunia aman-aman saja [tapi kenapa sampe sekarang gw belum dapet cw juga ya, jadi ragu dikit dengan kecakepan ini]
*kabur*
huehuehue….
tapi menurut saia (yang emang gaul abis…huahuahua), sekarang ini kalo dalam pergaulan, justru yang paling dipandang tuh cowo/cewe yang emang asik diajak jadi temen, bukan soal cantik/ jeleknya.
soal cantik ato jelek itu segh (menurut saia lage…) paradigma orang taon 90an. taon duaribuan gini segh, yang penting cowo/cewe yang komunikatif, n ease goin.
(buktinya : saia sendiri, saia ni jelek buanget, tapi mantan pacar saia cantik-cantik..hohohohoho)
Lam knal yah jejakpena!
*dapet ide buat bikin post baru…*
Ah, btw, cewek cantik itu nggak penting.
Percayalah, saya pernah ketemu seorang cewek yang biasa aja, tapi punya banyak kelebihan dan PD… Dan, entah kenapa, dia malah jadi keliatan cantik. Terutama kalo dibandingin sama anak-mami-cakep-tajir yang suka muncul di setantron™.
enaknya ditaksir nggak ya?
Ehm… mungkin kita bilangnya begini ya?
“keperempuanan biasanya terkesan lebih mencuat dan menonjol?”
karena ini yang dicari…
hahahahahah…
@ alex
Eeeeh….
Ada benernya juga, sih…
*liat komen atas*
salah tuh emotnya
komen lagi aah~
saya tekankan, cowok itu ganteng kalau dia:
- baik
- pinter
- berwawasan luas
- nggak ngegombal *lirik tukang gombal*
dan lagi-lagi byuti ato hensem bukan dilihat dari fisik, tapi dari inner byutinya. setuju?!
kalau dapet cowok ganteng atau cewek cantik, anggap aja bonus THR wakakakakk…
@ alex
Itu… mhuahaha…
*bakal jadi panjang kayanya ya*
@ wedulgembez
Iya Mas, sayangnya beberapa ada yang tidak merasa begitu.
@ Heureuy™
Haiyaah si Teteh…
Saya berdoa supaya ga bakalan pernah punya urusan perasaan sama boys tipe gini, Teh
@ yud1
Ahem. Ahem. yang pengalaman.
Ya, saya percaya kok yud1 ngomong bener adanya.
Diakui atau tidak, masih banyak yang kaya gitu, lho. Mereka bukannya tidak cantik tapi hatinya (mungkin) yang tidak bahagia.
Saya rasa juga gitu.
*catat, jadikan arsip*
@ ‘K,
Aree??
*ah, wajar kok*
Untung ada sambungannya Mas
@ Rizma
Walaah, sebegitunya ya tanggapannya.
Weee, syukur. Memang kaya gitu bagusnya Ma…
Whuaah… I see…
Iya, kadang ada yang kurang sensitif sama hal seperti ini sih.
Un, wakatta Ma.
@ k* tutur
Iya, dan masalahnya terkadang kita ga bisa lepas dari definisi-definisi yang dikonstruksi oleh lingkungan sosial terhadap suatu kata, kan Pak?
@ CY
Oke, saya bantu jawabin deh. (menurut saya tentunya)
Mau kenal beberapa saat atau bukan, saya suka aneh kalau ngelihat orang cantik tidak cantik, ganteng tidak ganteng bergaya `aneh` dan gak mengena di hati saya. Begitu juga sebaliknya.
Jadi apa? ga ada masalah antara yang punya kelebihan fisik atau enggak. Kalau `charming` (yes, langsung pakai istilahnya), saya pasti nyaman dan suka dengan mereka. Begitu.
@ Heri Heryadi
Menyodorkan cermin setinggi badan ke Heri.
Lha, Heri! Nyambung gak sama tulisan ini?
Kata siapa dunia aman nyaman bagi orang cakep yang gak charming? *dipenggal*
Cakep tidak terlalu berpengaruh Heri, `charming` yang megang peranan.
@ hoek
Yaiyy, tambah bukti lagi.
Ada pengaruh tren jaman juga ya?
Hueeh. Kaya gimanapun, akhirnya narsisnya keluar …
Ah iya, salam kenal Kembali
@ sora9n
Walah, yang mesti dibuat percaya itu para anak laki-laki yang tergila-gila sama cewe cantik dan cewe-cewe yang merasa dirinya ga cantik, yang merasa dunia ga adil…
If I were you, i will.
btw, post-nya tentang ~cowo cakep itu gak penting~ bukan?
@ alex
Bisa jadi. karena saya sendiri misalnya, bukannya saya menyukai yang cakep, tapi yang saya sukai, cakep. Beda kan ya?
Masalah cakep versi saya kaya gimana, hehehehe…
@ dobelden
Heee?? *ga ngerti*
Toh yang perempuan juga melakukan hal yang sama.
@ sora9n
Kayanya sih memang begitu.
@ cK
Hiyyaaa…
Chika. Chika. Chika. *teriak-teriak ga jelas*
*cross check point yang bisa masuk ke ciri `charming`*
Iya, fisik bukan segalanya.
Halaah, THR?
Kalau dilihat disatu sisi aja memang kelihatannya dunia tidak adil pada yang tidak cantik.
Tapi kadang yang cantik juga bisa membuat masalah pada sipemilik wajah cantik
, tapi tidak dirasakan oleh si wajah jelek.
Ah… saya jadi ingat lowongan jadi model iklan, artis sinetron, covergirl dan yang sejenis lainnya…
Ahahaha…
Benar, selalu saja ada sisi lain dari tiap hal atau kejadian yang berlaku.
@cK
ah ini kan pandangan situ aja
ada lho cewe yang bilang cowo ngganteng itu yang dompetnya tebel *ngakak*
jadi inget lirik lagu
Jadi sebenarnya… Dunia Tak Adil pada yang Tidak Charming?
*depresi*
Fiuh…. akhirnya sampai ke ujung paling bawah….
Mau tanya:
Gimana kalo buat yang cacat (sebagian orang mengganti istilah ini dengan difabel)?
Tengkyu.
membingungkan…….*soalnya gak baca*
— kabull–RRR —-
@ Fajar
Lha, tiap orang kan memang beda-beda Fajar. Lirik lagu itu…
@ Scrooge McDuck
Heee? Kenapa jadi gitu?
Bukannya dengan definisi `charming` itu dunia jadinya netral? Karena charming bisa dipelajari atau diusahakan.
Saya jadi ngerasa aneh liat kata `depresi` nya itu Pak Bebek.
@ Syafree
Errr…
Gimana tuh ya? Sebenarnya semuanya kembali ke perasaan deh, baik itu yang (merasa) dirinya cantik, tidak cantik, sempurna, cacat.
Istilah dunia tidak adil ada karena perasaan tidak bahagia dan bersyukur?
*saya ga bisa jawab banyak juga*
@ Nayz a.k.a Bachtiar
Hush. Kalau ga dibaca itu maunya ga dibilang-bilang.
*timpuk Ian*
euh.. memang atuh.. yang cantik sama seksi fisiknyah mah.. sangat menarik hasrat…
Ho, tidak juga. Kan ada “natural born charmers”. Pada akhirnya semua juga kembali ke bakat. Seperti halnya bakat bermain piano atau bakat bermain sepakbola. Yang tak berbakat pasti akan terbentur tembok batas, sekeras apa pun mereka berusaha!
*merasa seperti karakter dari komik shonen*
neng suka kesel sama cowok yang kadang suka pasang kriteria kaya gini nih;
1. cantik
2. kulit putih
3. tinggi, dll
padahal banyak dari mereka yang minta kaya gitu sebenernya gak cakep2 amat. tapi kok ya mintanya itu loh, ampun-ampunan:(
maka gak heran kalo hari gini banyak cewek2 yang menyerbu toko2 kosmetik hanya buat nyari pemutih yang konon katanya bisa memutihkan dalam waktu 4,5,6 minggu, demi mewujudkan cantik yang sempurna itu, katanyaaa.
kalo menurut neng sih, sebenernya dunia terasa gak adil itu mungkin di tahap pertama aja kali ya.
dunia akan ramah sama mereka yang cantik, mungkin bener.
dunia akan kasih kesempatan lebih sama mereka yang cantik, mungkin bener.
tapi sisi dunia juga gak hanya memandang cantik wae tho.
masih ada sisi dunia yang lain yang menjunjung tinggi kecerdasan IQ, EQ, SQ, yang mungkin aja gak dimiliki oleh si cantik. dan masih banyak sisi dunia yang lainnya.
jadi….gak cantik, siapa takut???
*halah, kok jadi gini akhirnya*
@ Scrooge McDuck
Kalo di simpulkan lagi bisa jadi “Dunia tidak adil pada yg Malas”, krn malas belajar jadi charming sih…
Klo kita bisa mengendalikan sifat ke’iri’an dlm diri kita, pasti kita akan merasa bahwa dunia itu sangat adil.
*tapi kayaknya ga mudah ya..*
cantik? relatif ahh…
tapi kadang jadi penilaian juga ya? hehe…
Untuk CY:
Hohoho, memang itu implikasinya.
Cantik itu kan gabungan dari beberapa unsur. Pembawaan yang ramah dan menyenangkan, pintar, suka menolong, rajin menabung, dan tidak sombong, misalnya, bisa membuat seseorang terlihat cantik.
‘Cantik’ jaman sekarang ini sudah dipengaruhi oleh imej bentukan pengusaha hiburan. Awalanya hanya sekedar boneka barbie, lama2 jadi boneka barbie versi manusia yang tampilannya juga terlihat sangat rapuh seperti plastik. Barbie kan dari plastik.hehe..
Kalau menurut saya, cantik tidak hanya dilihat secara fisik, tetapi juga hati dan kepribadiannya. Percuma kan, kalau wajahnya secantik Angelina Jolie tapi hatinya sekejam Adolf Hitler?

Saya tidak cantik, hanya
gantengimut.*Ditabok*
kasiannya yg jelek .Memang kalo cewek cantik lebih enak di pandang
Buat saya, pandangan pertama tetap perlu. Kalo udah buteq, ya males nglanjutinnya.
Btw, lebih males lagi kalo ketemu yang cantik tapi otak udang….
@ sikabayan
Ini… terlalu jujur, apa…??
@ Scrooge McDuck
*(nyoba) ngerasa jawab komen dari karakter komik Shonen*
Waah, bagi saya nih, faktor `bakat` gak punya pengaruh sehebat itu. Mungkin kita beda pandangan dalam hal ini Pak.
Berbakat atau tidak, charming atau yang lainnya bisa didapatkan oleh siapa saja. Masalahnya adalah `mau atau tidak`. Kalau memang tidak ambil pusing bisa jadi perkara `adil tidak adilnya dunia` pun bukan masalah jadinya kan?
Dan lagi, istilah tidak adil itu menurut saya tergantung cara pandang orang saja. Bisa dibilang sebenarnya dunia ini netral-netral aja.
@ mataharicinta
Hihihi…
Katanya sih kita akan dijajah sama sesuatu selama kita sendiri rela untuk itu. kalau kita gak mengijinkan, gak akan kejadian juga.
Salam kenal Mbak
@ CY
Whoaa… ada lagi turunan ktidakadilan lainnya ya?
@ dwihandyn
Yang menyangkut hati, seringnya memang butuh usaha lebih?
Btw, salam kenal ya…
@ bobby n. ariffin
Salam kenal
Benar, seringnya standar penilaian itu menjurus ke satu definisi : cantik tipe kaukasoid?
Gakpapa sih, asal definisi kita juga gak kalah kuat sama definisi `bentukan` itu.
@ calonorangtenarsedunia
Nice!!
Oke deh Hana. *nyatet definisi versi calon psikolog*
Hehh?! barbie itu ngetren-nya juga baru-baru ini kan?
Cepat juga ya efeknya.
@ p4ndu_Y4m4to
Membayangkan penampakan cewe imajinasi Pandu
Tidak akan ditabok!
Definisi ganteng dan imut itu kan banyak. Versi pandu yang gimana?
Bentar!
*tabok Pandu*
(Ini untuk sebab Narsis!)
@ jonnypp
Heehh?!
Ah, saya paham maksud anda, Mas.
*nambah `catatan` lagi*
@ mbelgedez
Bisa diterima. Tiap orang punya keunikan sendiri-sendiri.
*maaf, saya jadi ketawa nih *
Saya pernah nemu komen,
” jangan pilih cuma karena cantik, karena suatu saat bisa jadi kamu menyesal telah menikahi nenek tua yang bodoh ”
Mungkin maksudnya cantik (seperti definisi kebanyakan) tapi dengan ciri tambahan seperti yang anda bilang?
dunia bukan tidak adil terhadap yang tidak cantik, cuma dunia tidak adil pada yang jelek
Ahahahaa…
Benar memang yang tidak cantik itu gak sama dengan jelek.
Tapi sebenernya, kalau cantik itu sudah relatif, bukankah jelek juga akan jadi relatif?
Balik lagi ke masalah perasaan sih tuh, hatinya ga bahagia (lagi-lagi). Definisi jelek-nya mungkin pake versi kaukasoid, makanya jadi begitu.
btw, salam kenal ya…
Tidak cantik bisa saja berarti tampan.
(mengingat cantik=wanita, tampan=pria)
Biasanya fisik itu hanya penting untuk kesan pertama saja.
Tetapi itu pun relatif.
aduh tapi emang bener da kenyataannya gituh
yang jelek *kurang cantik kadempet kata sundanamah
jadi….
GImana caranya supaya charming? masih belum kejawab
tapi sayangnya yang tampak oleh mata tuh cantiknya dulu daripada charmingnya
Hai, salam kenal…
Cantik dan tidak cantik, yang cantik ada karena yang tidak cantik ada. Pada akhirnya dua-duanya saling melengkapi ya??
Kemudian, dimana yang charming berada??
*plirak-plirik*
tapi susah lho, charming krn saya memang merasa tidak cantik. huhuu ^^
*salam kenal*
Charming itu tidak terkait dengan fisik mbak…
[...] – Apakah Berkulit Hitam Itu Jelek? Jejakpena – Dunia Tak Adil pada yang Tidak Cantik? [...]
[...] Terinspirasi pula dari salah satu tulisan paling brilian sepanjang sejarah blogwalking saya, tulisan Mbak Jejakpena. [...]