Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2008

A Movie Review : Flightplan

Itu salah satu judul film yang sudah saya tonton lebih dari dua kali. Awal nontonnya sudah lumayan lama tapi berhubung baru sempat nulis lagi disini, akhirnya yah baru sekarang jadi post. 😦

Di Flightplan ini, kembali Jodie disandingkan dengan anak-anak. Figuran bocah berusia 6 tahun yang mengingatkan saya pada A Little Man Tate, atau Anna and The King versi baru saat ia beradu akting dengan Chow Yun Fat. Oh ya, bedanya di Flightplan ini anak perempuan.Ini termasuk film yang saya sukai karena masuk kriteria: Ada yang tinggal usai kita menontonnya.

Adegan awal menampakkan Pratt (Jodie Foster) yang menunggu kereta api untuk pulang dan sesaat diacak dengan alur maju-mundur, bergantian dengan kilasan-kilasan saat ia menunggui jenazah suaminya di kamar mayat rumah sakit. Serasa kemudian ia pulang bersama suaminya ke apartemen mereka hingga kemudian ia tersadar dari ketidakrelaannya bahwa suaminya telah mati.

Seminggu kemudian Pratt yang tinggal di Berlin ini berencana terbang pulang ke rumah orang tuanya di New York, bersama anak perempuannya yang berusia 6 tahun, Julia (Marlene Lawston) sekaligus membawa serta jenazah suaminya tersebut. Hingga kemudian setelah check-in bersama anaknya, dan ia sempat tertidur beberapa jam kemudian di pesawat, saat terbangun Jodie tidak mendapati Julia di seat-nya.

Ternyata seluruh awak pesawat dan juga salah seorang penumpang yang ternyata adalah polisi udara menjelaskan bahwa Pratt hanya sendiri, tidak seperti yang diyakininya bahwa ia bersama Julia. Aneh.

Buat saya, tiap potongan adegan dalam flightplan ini dirancang cukup alot dan memicu adrenalin dan tidak tertebak! Penonton dibiarkan menebak-nebak sendiri kebenaran yang sesungguhnya terjadi hingga kemudian satu persatu fakta mulai disuguhkan kepermukaan. Karakter Pratt yang nampak terguncang dengan kematian suaminya tampil dengan baik, terluka namun berusaha tegar.

Sehabis menyelesaikan film ini saya tercerahkan, ternyata bertahan dengan keyakinan diri sendiri di saat tidak seorang pun mempercayai kita, memang benar-benar tak terbayangkan. Semuanya kemudian bergantung pada usaha kita satu-satunya yang berkeras bahwa sesuatu yang kita yakini itu benar adanya. Untuk karakter seperti Miss Pratt yang begitu “kuat” dan sebelumnya bekerja sebagai engineer, namun naluri keibuannya begitu kentara dan alami, benar-benar bikin saya jatuh hati. Perwatakan yang bagus!

Karakter lain yang menarik perhatian saya malah bukan polisi udara, Carson (Peter Sarsgaard)-sama sekali bukan pengaruh protagonist-antagonis- tapi ke Pilot pesawatnya, Captain Rich (Sean Bean). Entah aja,langsung berkesan dari pertama lihat. :mrgreen:   Rasanya kok puas banget ya saat menyaksikan tampang merasa-begitu-berdosa Kapten Rich ini di bagian akhirnya. 😆

Anyway, tontonan yang bagus. Recommended. 😀

Read Full Post »

Kagum itu…

To love is to admire with the heart; to admire is to love with the mind

~ Theophile Gautier ~

Itu kata Theophile Gautier lho. Menurut saya kekaguman ini pun ada tingkatannya. Tapi walau begitu, untuk sekarang, gara-gara menemukan frase ini saya jadi tak nyaman hati. Saya mulai mencurigai diri sendiri. Ugh, bahaya ini. Jangan-jangan saya sering melakukan hal yang terakhir itu. Harus dicek-cek lagi agaknya… 🙄 :mrgreen:

Read Full Post »