Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juli, 2012

Terpaku Beku

aku hanya laki-laki pada umumnya yang jatuh lumpuh di sajakmu lalu siapa yang mengubah 1 menit jadi bait lagu? Kau kah?

Aku beku sempurna pada baris kata itu, terpaku. Tajam menembus urat saraf tak tampak, sakit yang tak teraba menjalar secepat kilat. Tepat saat mata menumpu pada ujung tanda tanya di akhir kalimat itu.

Mendadak aku ingin tahu ada berapa laki-laki di dunia ini yang bisa mengaku dengan pengakuan indah begitu. hohoho *evil smile*
Mendadak juga aku ingin tahu ada berapa perempuan di dunia yang terpaku beku ketika tahu potongan  kalimat itu adalah untuknya.

 

ps :

Keren sekali bukan? Oh, tentu saja.
Bukan buatan saya sih, jelas, saya kan bukan laki-laki, huhuhu. Itu sih, hasil blogwalking ke blog rekomendasi seseorang. Bagus banget blognya. Blognya Ocha (yahaha, sok akrab sekali kamu, nak!)


Ramadhan ke-4 1433 H,  
(menghadap layar di kamar yang lama, di rumah, asing tapi nyata begitu bersahabat, mengirimkan tiap potong kenangan masa lalu yang berkelebat satu-satu, menjadi teman dalam lirih dan bisunya waktu yang bergulir

Iklan

Read Full Post »

Di dunia ini, sememangnya akan ada orang-orang yang diberkahi dengan kebaikan hati dan kesempurnaan yang ‘hampir’ di sana sini itu, dan ini sangat potensial memicu hati orang salah paham tanpa membutuhkan usaha yang berarti darinya, atau lebih parah lagi, dia atau mereka yang masuk golongan ini bahkan tidak tahu apa-apa.  (Juni 2012)

Lihat, jika tanpa melakukan apa-apa saja mereka sudah bisa membuat orang lain salah paham, bagaimana jika memang mereka melakukan hal-hal menjurus yang sangat rentan itu? Siapa yang mau bertanggung jawab pada sebuah keadaan akhir itu? Haha. Sepertinya jangan terlalu berbesar hati dan menumpuk harapan akan ada orang baik yang akan datang menolong memberikan bantuan yang memang diharapkan. Sulit! Karena sudah ada tipe bantuan yang kita inginkan, dan terkadang kita sendiri sudah menutup diri pada kemungkinan bantuan jenis lain, kan? Walaupun bisa saja bantuan ini terdengar lebih memungkinkan dalam mengurangi kemudaratan yang terlanjur sudah terjadi. Ah, manusia.

Sungguh memang ada kejadian yang terjadi di dunia nyata sehingga muncullah kata-kata model begitu di atas sana. Sungguh memang telah terjadi kekacauan yang belum selesai dibereskan hingga saat ini. Buntu juga kadang kalau terlalu difikirkan. Tapi mau bagaimana lagi, sudah terjadi. Mau disesali? Sebenarnya terlalu rugi juga, tidak menghasilkan apapun dan jelas tidak bisa membalikkan waktu untuk mencegahnya agar tidak terjadi. Paling tidak untuk sekarang bagaimana caranya agar sedikit menolong keadaan dengan tidak terlalu memperburuknya. To soothe the pain? Who might help? You better ask yourself, my dear! haha

Saya juga sedang mengasihani diri saya sendiri mengapa jadinya seperti ini. Hal-hal yang disadari begitu terlambat, yang mungkin bahkan waktu untuk memperbaikinya hampir pasti tidak ada lagi kecuali saya mau nekad dan mengorbankan apa yang ada. Tapi kata orang, untuk kebahagiaan yang mungkin sejatinya memang akan buat saya, kenapa tidak. Tentu saja kalau memang akan benar begitu, saya akan dengan bersuka cita bergegas melakukannya, tapi bagaimana jika tidak? Ternyata kadang plin-plan dan takut berkorban itu tipis sekali batasannya?

Kali ini saya juga belajar terlalu banyak. Entah semua itu bisa saya serap dengan baik dan tidak melakukan kesalahan, karena semua terasa mendadak penuh dan menggembung. Saya juga belajar tentang hal yang tidak pernah selesai ditamatkan para manusia, tentang ketulusan. Saya belajar banyak.

Terasa sekali carut marut entry ini, nyaris seperti potongan puzzle yang terlempar ke sana kemari mencari pola susunannya. See? Saya pun malas mengurutnya satu persatu. Biar begini saja dulu. Semuanya butuh waktu, apalagi saya. Kali ini seperti hampir habis tenaga hati dan fikiran saya (owh, hampir ya?? ) cuma  gara-gara hal seperti ini. Tapi bukankah pada setiap hujan akhirnya akan berujung pada sebuah reda? Dan saya sedang menunggu hujan itu berhenti. Semoga segera dan tak lama lagi…

Read Full Post »