Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Iseng’ Category

Men-Women (Again) :P

Tiga hari yang lalu, malam sebelum tidur, saya iseng memutuskan  ngerjain ujian TOEIC di PC saya, karena sorenya baru dipinjami CD software-nya oleh  temen. Lagi seru-serunya di bagian listening…eh, tiba-tiba salah satu dialognya sempat bikin saya “buyar” seketika. Maka tertawalah saya waktu itu, malah mungkin hampir tersedak (ada kata mungkin, jadi ada peluang hiperbola :p).
Lucu! Bikin ketawa, asli. Bener-bener la perempuan dan laki-laki itu. Saya letakin disini deh dialognya.

A : Is anyone planning to throw a
going-away party for Renee?

B : No, she said she didn`t want
anyone to do anything special just
because she`s leaving town.

A : Well, of course she`d say that!
That doesn`t mean we shouldn`t plan a
party anyway!

Gimana? Tanpa diberitahu pun kita pasti bisa  langsung nebak dengan benar
yang mana yang perempuan. Kan? Kan? 😆
Hmm, kalau saya yang di posisi perempuan di dialog itu, apa mungkin saya juga
akan bilang hal yang sama ya? 🙄

Iklan

Read Full Post »

Kagum itu…

To love is to admire with the heart; to admire is to love with the mind

~ Theophile Gautier ~

Itu kata Theophile Gautier lho. Menurut saya kekaguman ini pun ada tingkatannya. Tapi walau begitu, untuk sekarang, gara-gara menemukan frase ini saya jadi tak nyaman hati. Saya mulai mencurigai diri sendiri. Ugh, bahaya ini. Jangan-jangan saya sering melakukan hal yang terakhir itu. Harus dicek-cek lagi agaknya… 🙄 :mrgreen:

Read Full Post »

Kepuraan itu perlu?

Kepuraan itu (mungkin) perlu…?

 

Jangan-jangan sesekali kepuraan itu perlu. Menyepuh benteng ini dengan besi dan baja mengkilap. Hingga bangunan kayu yang hampir roboh lapuk pun tersembunyi di sebalik itu.

 

 

Kupikir mungkin sesekali kepuraan itu perlu juga. Agar selesai tanya tanpa ujung itu. Hingga waktu sisanya segera terpakai untuk merenung. Atau… untuk berkabung?

 

 

(Kepuraan itu munafik, katamu. Terserahmu saja jika memang ingin menyebutnya begitu. (pesanku, coba juga lihat dari sisi lain, jangan-jangan sudut pandangmu terlalu `kanan` untuk membela diri?). Huff, tapi harusnya kau paham kenapa aku pilih ini. (heh? Aku pun tampak seperti menyelamatkan diri ya?). Saat tak cukup terima dengan komitmenku harusnya kau beranjak saja dari persimpangan ini. Pergilah. Jangan lagi ada vonis-vonis itu. Biarkan lagi aku belajar menata tapak di jalan agar-agar. Agar aku cukup kuat untuk terus mengayun langkah. Aku pasti bisa. Yakin saja.)

 

 

Yah, aku akan baik-baik saja, kataku. Kau tahu kan, aku hanya pura-pura. Maafkan ya. Tapi biarkanlah begini. Sekali ini saja.

 

Read Full Post »

Postingan Patah Hati

Pas dilihat lagi, ternyata tiga postingan terbaru  disini termasuk postingan ‘patah hati’ ya? 🙄

Oh, wait. Ini bukan kondisi patah hati dengan makna seperti yang sering digunakan itu kok. Beneran. Dua kata itu cuma menggambarkan keadaan hati yang tidak menyenangkan, entah itu berupa kekecewaan, sedih, tidak nyaman dan perasaan setipe lainnya.

Awalnya, yang menggunakan istilah ini adalah tante saya, isteri dari sepupu ayah yang rumahnya berdekatan dengan rumah kami. Beliau itu suka menyebut ‘patah hati’ untuk menggambarkan kondisi saat anaknya yang masih balita menangis karena mainannya jatuh, kehausan, merajuk, dan yang lainnya, yang jelas kondisi gak bahagia. :mrgreen:

Lalu penggunaanya meluas saat saya pernah kepergok lagi sedih oleh beliau. Hihihi. Itu terjadi  beberapa tahun lalu. Akhirnya istilah itu pun jadi populer dan saya sendiri jadi sering menggunakannya. Keren juga rasanya bilang ‘patah hati’ saat ingin mengatakan seorang anak kecil yang menangis karena mainannya direbut oleh adiknya, atau teman yang sedih karena nilai kuis atau midterm-nya jelek. Ah iya, tentu saja istilah ini masih cocok dan sangat bisa jika digunakan saat orang memang patah hati beneran. Kan kondisinya itu sama, dirundung kesedihan. :mrgreen:

Yah, oleh karena itulah, tiga entry terakhir kemarin memang pantas disebut entry patah hati juga. Patah hati versi saya, tentunya.  😛

*kurang kerjaan banget nulis ginian, tapi yah, biarkan sajalah*  😛

 Ps:

Mudah-mudahan gak ada yang salah paham ya gara-gara judul postingannya kayak begitu.  :mrgreen:

Read Full Post »

Iya! Rupanya ada! Hohoho… baru sadar saya! *tertawa bahagia*

Jadi begini, tadi kemasan kopi instan saya jatuh ke lantai dapur. Tanpa sengaja pandangan  tertumbuk ke image anak perempuan di bagian belakang kemasan itu. Anak perempuan yang sedang minum kopi? Benar sekali. Menarik ini! (Paling ga menurut saya, 😛 ). Menurut anda bagaimana? Kalau liat iklan entah itu di televisi, majalah, atau gambar di kemasan kopi yang dijual, pasti model iklannya itu laki-laki kan ya? Walaupun tentu saja penikmat kopi banyak juga kok yang perempuan.

Walaah… sebenarnya ga penting sih, cuma saya surprise saja. Ada kopi khusus anak perempuan euy. Saya sering beli tapi enggak seteliti sampe ke belakang kemasannya itu biasanya. Baru hari ini terbongkar, pas kopi itu tinggal satu lagi.. T_T.

Oh ya, Saya sertakan barang buktinya ya? Bagian belakang kemasannya. ^^;

p7080008.jpg

Jadi itu dia kemasan Coffe Au latte-nya. Saya bukan peminum kopi (doang) 😛 . Ga bisa kalau cuma kopi begitu aja… Makanya seringnya kalaupun saya beli bubuk kopi instan, selalunya saya tambahkan susu. 😛

Well, itu dia ternyata, ada kopi khusus sampai image-nya itu anak perempuan segala… :P. Ah, yang penting rasanya sedap dan saya suka. Itu aja sih kayanya. :mrgreen:

Err…Iya, tiba-tiba saya teringat kasus penge-mas-an (Kaidah bahasanya ancur :mrgreen: ) saya belakangan ini. Saya kira ini momen yang lumayan tepat buat melakukan konferensi pers (halaah) seperti yang diusulkan Mas ini. Walaupun saya tetap saja terheran-heran. :mrgreen: Soalnya begini, di `Si Saya` itu saya berpidato jelas mengenai diri saya lho, anak perempuan berusia sekian-sekian dan beberapa atribut tidak penting sekedar mengenalkan diri. Tapi anehnya saya tetap di-mas-kan *sedih berat*  (dramatisir mode on)

Hahaha… jadi baiklah, mungkin mereka ga sempat baca lagi ya bagian atasnya, walaupun saya sangat menyarankan, kalau kita memang ingin menggunakan kata sapaan kepada blogger yang bagi kita mungkin masih belum jelas gender-nya, bisa cek dulu di halaman about-nya ditambah pakai kira-kira sedikit, ini menjurus ke laki-laki atau perempuan. Kalaupun itu cukup merepotkan, atau misalnya tidak tercantum tentang diri si blogger itu, pakai sekaligus penulisan “mas/mbak”, atau boleh juga tidak menggunakan sapaan yang merujuk ke gender, mungkin ini akan cukup membantu dari kesalahan me-mas-kan atau me-mbak-kan, kayanya. 😀

Anyway…baiklah, saya, jejakpena a.k.a Hiruta itu anak perempuan lho. Kalau mau sedikit repot bisa di baca disini. 😛

Read Full Post »

Yang Terganti…

Jadinya memang tidak ada yang abadi. Semuanya akan mengalami perubahan, yang kekal hanya perubahan itu sendiri…

Ehm, tidak seserius itu kok. Cuma berubah tampilan saja.

 Yes, she did. Lalu ia menjelaskan dengan gaya meyakinkan,  bahwa dirinya sedang dilanda kejenuhan dan kemudian mencari kesibukan dengan mengulik dashboard blognya lalu menilik-nilik beberapa template yang dirasa cocok. Dan Misty-Look ini pun jadi pilihan, menggantikan style Neat-nya Topi Peltonen.

Sebenarnya mau cari yang lebih representatif dengan isi kepalanya dirinya, beberapa yang dicoba hasilnya kurang pas. Eh, bukan kurang pas kualitas bagusnya, karena kan sungguh kelewatan mengapresiasi karya orang lain dengan cara begitu sedangkan diri sendiri belum mampu, huh… , maka maksudnya itu adalah kurang pas dengan dirinya… dengan suasana hatinya, plus dengan jiwa pemalasnya…

Namun, agaknya yang ini cukup bisa menenangkan. Hmm, paling gak sampai saat ini setelah diubah, lumayan deh. I wish i could stand there, halaah…

Tidak tahu lah, mudah-mudahan oke saja dengan template ini, walau tetap memungkinkan nanti dia akan berubah lagi. Entah  kalau sudah ketemu dengan image header yang berkenan di hati dan dirasa pas buat diletak disana itu… mungkin. Sudah, sudah, nantilah itu…

Eh… tiba-tiba setelah diperhatikan, rasanya ada yang mirip dengan salah satu blog deh. Punya Anak  yang rajin gambar ini, yaa…kurang lebih lah, walaupun kayanya dengan suasana berkabut begitu, ada aura mistis yang tertangkap di template ini. *Glekk*

Oh ya, mungkin salah satu penyebab kenapa saya merasa mirip, karena sama-sama ada pohon yang rantingnya menjulai kali ya? Pohon sakura di tempat Sora menjulai ke kanan bawah, sedang disini ranting-rantingnya (saya tidak bisa mengenali ini pohon apa) ke kiri bawah menjulai ke danau (?).

Hmm, this Misty-Look, does it convey another feeling ? Beda yang lihat tentu beda pula pendapatnya…

Read Full Post »

Kembara Akal Yang… aneh?

tadaima1.jpg

Maaf, tempo hari, belakangan ini saya …

Brakk!!!

Lagi! Mencari hal-hal yang bisa dilabeli sebagai alasan. Mencari kambing hitam? Bolehlah disebut begitu.

Baik! Dengan beberapa hari, -hmm hampir genap dua minggu pun 😦 – tidak ada entry baru setelah episode mengenaskan itu, akhirnya dengan sukses muncul kembali, Alhamdulillah… lengkap dengan beberapa list yang berhasil dikambinghitamkan. Betapa baik hatinya manusia satu ini… :mrgreen:

Katanya, makin dengan percaya diri seseorang me-list-kan berkarung alasan atas satu atau lebih ketidaksuksesan atau pada suatu masalah, makin tampak kerdil sosok itu. Mengerikan ini !!

Halaa… kenapa macam itu pula? Kerdilkah saya karena beralasan tidak bisa nge-blog dengan beberapa sebab penting? Begitukah kesimpulannya? Oh, tentu saja  berikut beserta agenda malang melintang di blogosphere dan urun koment pun saya telantarkan. So, kerdilkah saya? Saya fikir, tidak penting lah, penegasan itu. 😀

Tapi begini, kasus saya ini agak beda. Sungguh! Jadi pengecualian saja ya?! *bletak*

Oke oke… saya tidak beralasan deh, mau mengaku saja bahwa beberapa waktu belakangan beberapa kejadian tak baik nan tak beruntung terjadi. Tak semua objek penderitanya saya sih tapi terkena imbas deritanya. Sama saja ya? 😦

Kenapa ya kita tak bisa selalu mengemudi kontroling isi kepala kita? Isi otak kita? Kenapa? Tiba-tiba saja dalam kurun waktu tertentu terjadi hal aneh, asing atau apalah … yang tidak menyenangkan, tidak menguntungkan, membuat tidak nyaman dengan begitu saja. Kalau boleh memilih “mereka” itu datang secara beruntun atau satu satu, agaknya pilihan pertama langsung terasa jauuuh lebih baik dan menenangkan. Sayangnya tidak ada pilihan. Begitu saja terjadi. Bisa satu satu, bisa beruntun. Tak ada aba-aba atau isyarat…

 Jadi begitulah, untuk ukuran anak seusia saya (???), masalah-masalah itu berat. Oh, harap diingat, kemampuan serta daya tahan tiap tubuh dan fikiran tentu saja berbeda dan relatif tiap orang kan ya? Buat saya itu tidak mudah dan bisa menjelma masalah, tapi buat orang lain bisa jadi bukan apa-apa. Sebaliknya pula bagi saya misalnya mengomentari sesuatu seperti… “oh…cuma gara-gara itu?”, buat seseorang yang lain bisa jadi seperti diminta mengangkat bukit Sinai (bisa jadi lho!!). Relatif memang.

Keadaan begini agaknya lumrah terjadi….(who ho ho…coba cari kawan pula??). Sekali waktu atau beberapa kali dalam hidup kita, ada kalanya kita merasa buntu dan di dera masalah. Ada yang berlarut-larut hingga jadi seperti larutan jenuh kimia, ada yang selesai dalam waktu singkat. Tergantung jenis masalah dan penyikapan orang yang “jatuh” dan atau tertimpa tangga ini. Bisa jadi ada kan? Bisa jadi. Dan beberapa waktu lalu, “mereka” ini menyambangi saya. Mau menolak tentu tak bisa. Diterima, sudah seharusnya, lhaa memang jatah datangnya ke saya.

Beruntun. Tidak mengenakkan. Mulai dari perkara fikiran sampai teknis. Buerrrat!! Tidak bisa fokus. Termasuk berimbas ke nge-blog. Cuma sempat reply koment. Karena seperti merasa ada yang tak nyaman saat ngecek mailbox ada koment yang masuk ke blog. Jadi aktivitas blogging ini memang telantar beberapa waktu.

Sebenarnya tidak nyaman, tapi karena ketidaknyamanan ini pun, tak boleh buat apa-apa. Masalah yang tali temali saja belum tuntas, jadinya menyepilah saya dari blogosphere beberapa waktu lalu. Walau sempat menjenguk beberapa tanpa jejak koment disana. Sungguhan parah ini.

Iya. Terkadang kita tidak bisa menguasai kembara akal ini. Hatta ini punya pribadi sekalipun. Relevansinya juga ke hati bisa jadi…

Sudahlah. Seaneh apapun keadaan yang mengenaskan itu. Akhirnya satu persatu pamit pergi. Fffuihh. Katanya lagi masalah itu bisa mendewasakan diri yang ditimpa masalah. Agaknya saya termasuk yang setuju. Kalau hidup mengalir begitu saja, tidak ada yang berlaku, rasanya kurang seru. Aha… disamping kurang seru, ada satu tambahan lagi, bukankah tanda sayangnya Allah salah satunya ditunjukkan dengan menguji daya tahan kita dengan masalah, dengan ujian? Whuu, beda kasusnya lagi dengan cari-cari masalah kan ya? Beda itu!

Sungguh, kembara akal yang aneh. Jadi, penyebabnya pun bisa ditilik juga sebenarnya. Tidak bisa tidak, saya ikut andil dalam rangka kedatangan masalah itu. Agaknya lebih baik disimpan. Rahasia saja ya. Bisa jadi ceroboh, tidak sabar, kurang perhitungan dan mungkin banyak lagi. Aaa…kalau dilistkan semua mana yang tinggal untuk disimpan?

Buat yang sampai ngopi dan gelar tikar, yang bawa payung segala sekalian katanya ada janji dengan teman di sini. Bahkan ada yang kesemutan … juga semuanya… Thanks alot. Saya sudah balik ke rumah… 🙂

Note : the picture is taken from here

 

Read Full Post »

Older Posts »