Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Seputar Blog’ Category

Yah, finally, she’s back! I mean, I’m back! :mrgreen:

Thank God. Begitu dihitung-hitung, sadar tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja akhirnya blog ini telantar untuk waktu yang lama bahkan saya pribadi sangat faham bahwa ini sudah begitu keterlaluan. Apa mau dikata, mungkin takdirnya sudah begitu. Entri terakhir di jejakpena ini sudah sejak 24 November 2008 lalu. Berarti sudah hampir tiga tahun saya melakukan pembiaran paling kejam sejagat (agar lebih dramatik, :p ) terhadap blog yang sungguh mati saya suka ini. Ketidakmampuan saya untuk melakukan update rutin selama ini harap tidak menjadi bukti apapun untuk meragukan kesetiaan saya untuk menulis. Hanya saja… oh sudahlah, tidak perlu ada spekulasi lagi, yang penting saya sudah kembali menulis lagi. Buat saya, seperti yang saya pernah bilang, jika terlalu jago saya menuliskan begitu banyak alasan untuk menjawab semua, bukan pemakluman atau jawaban atas penasaran yang akan muncul, tapi kemungkinan sebaliknya juga ada. Kekerdilan saya sendiri. Kerdil karena mencari sejuta excuse untuk semua hal yang terjadi di belakang sana. Aduduh, semakin berasa tak nyaman hati saya membahas hal-hal seperti itu di sini.

Ini suatu hal besar yang positif yang saya syukuri. Betapa akhirnya omongan-omongan hampir separuh janji itu berhasil saya lakukan juga. Aneh juga, padahal cuma sebentar kan waktu yang saya habiskan untuk menuliskan postingan tak terlalu panjang seperti ini, misalnya. Yah, sekadar menyenangkan diri sendiri bahwa Jejakpena masih ingin menulis. Siapa sangka jika saya pernah sanggup membiarkannya hiatus hingga menahun seperti ini.

Kalau dilihat-lihat, sebenarnya saya bukan sebegitunya juga menghilang dan tidak pernah menyambangi blogosphere. Ketika saya ingin baca-baca lagi beberapa blog yang ingin saya baca, saya berkunjung kok, walaupun dengan alasan tertentu saya tidak meninggalkan jejak di sana. Tapi memang jarang-jarang juga, sih. Terkadang tak dapat dipungkiri setelah blogwalking saya jadi uring-uringan sendiri teringat blog yang terbiarkan begitu rupa. Positifnya, selalu ujung-ujungnya saya meyakinkan diri bahwa saya harus ‘mengurus’ blog ini lagi, dan seringkali selesai hanya di yakin itu. Ish, ish. Hahaha.

Begitu menulis lagi di sini, tentu saja begitu banyak hal telah terjadi. Walaupun ada rasa senang karena bisa menulis lagi di sini, ternyata ada sedih juga, haha. Teman-teman blogger banyak yang sudah pindah rumah seperti Sora, Geddhoe, saya belum sempat ngecek ke teman-teman yang lain. Ada pula yang sudah tidak se-intens dulu mengapdet blog nya, atau juga yang benar-benar sudah tidak menulis untuk waktu yang lama, mirip-mirip saya. Semoga saja suatu waktu nanti mereka kembali lagi. Banyak hal yang mempengaruhi hal ini? Tentu saja. Sepertinya trend sekarang sudah bergeser ke situs jejaring sosial? Tapi saya sedang tidak mood membahas itu di postingan pertama-hasil-perjuangan saya ini. :mrgreen:

Baiklah, baiklah, untuk sebuah tulisan baru sesudah tidur yang panjang itu, sepertinya ini sudah cukup memadai. Hihihi. Insya Allah saya akan merajin-rajinkan diri, bersemangat-semangat di kala tak semangat (apa sih), mencari-cari waktu di kala sempit serta tidak mencari alasan atas nama kesibukan seperti yang pernah saya lakukan. Karena hal yang terakhir itu lah agaknya yang menyebabkan saya secara signifikan membiarkan blog saya kadaluarsa tak terkira selama beberapa tahun ini. Tentu saja saya berharap itu hiatus terlama saya dan tak perlu saya ulang lagi demi kemaslahatan dan kebahagiaan pribadi saya. 😀

Iklan

Read Full Post »

Tadaima…!

Ya ampun empunya blog ini, menelantarkan rumah sampe sebegininya. Sebelum yang lain, mohon dimaafkan atas ketidaknyamanan jika komentar-komentar atau sapaan dari teman-teman yang mampir disini dari kemarin itu ada yang tidak dijawab hingga lama. Forgive me, my bad. Dan saya berharap  postingan ini mewakili rasa penyesalan terdalam saya (jadi norak begitu) dan permohonan maaf sekaligus tanggapan atas itu semua. Mohon kelapangan maafnya. 😐
*bowing*

Kesibukan di dunia nyata terkadang benar-benar melelahkan dan menyita perhatian. Kadang bahkan sampai lupa untuk menghela nafas (yang ini asli berlebihan!). Jadinya kembali rumah kesayangan ini terbengkalai lagi beberapa waktu kemarin.

Sekarang saya sudah “pulang”. Mudah-mudahan semangat menulis ini tidak harus mengalah dengan rasa lelah, mood, kesehatan fisik yang belakangan sering drop, atau koneksi inetnya yang kita Tau-Sama-Tau, atau apalah itu, keterbatasan-keterbatasan lain yang ikut menyumbang peran. Insya Allah semoga tidak, karena saya ingin tetap terus menulis selagi saya masih bisa.

Jadi? Yah, akhirnya saya nulis lagi disini. Senangnyaa… Bahkan sampai ada yang sms, saya disuruh “ngurus” jejakpena ini lagi, kangen katanya. (hihihi). Thank you! I did it.  :mrgreen:

Sekalian saya pamit juga sebentar. Sampai dua minggu ke depan saya tidak ada di tempat. Ada acara diseminasi budaya siaga bencana Tsunami di Nagoya University dan field trip ke tiga daerah yang pernah terkena Tsunami di Jepang. Mudah-mudahan saya tetap bisa mengakses internet di sela-sela jadwal kegiatan yang tampak cukup padat. Saya akan berjuang untuk itu. hohoho. Tulisan tentang perjalanannya mungkin akan saya tulis nanti, Insya Allah. Semoga semua berjalan lancar dan sesuai perencanaan. Mohon doanya.  🙂

Read Full Post »

Postingan Patah Hati

Pas dilihat lagi, ternyata tiga postingan terbaru  disini termasuk postingan ‘patah hati’ ya? 🙄

Oh, wait. Ini bukan kondisi patah hati dengan makna seperti yang sering digunakan itu kok. Beneran. Dua kata itu cuma menggambarkan keadaan hati yang tidak menyenangkan, entah itu berupa kekecewaan, sedih, tidak nyaman dan perasaan setipe lainnya.

Awalnya, yang menggunakan istilah ini adalah tante saya, isteri dari sepupu ayah yang rumahnya berdekatan dengan rumah kami. Beliau itu suka menyebut ‘patah hati’ untuk menggambarkan kondisi saat anaknya yang masih balita menangis karena mainannya jatuh, kehausan, merajuk, dan yang lainnya, yang jelas kondisi gak bahagia. :mrgreen:

Lalu penggunaanya meluas saat saya pernah kepergok lagi sedih oleh beliau. Hihihi. Itu terjadi  beberapa tahun lalu. Akhirnya istilah itu pun jadi populer dan saya sendiri jadi sering menggunakannya. Keren juga rasanya bilang ‘patah hati’ saat ingin mengatakan seorang anak kecil yang menangis karena mainannya direbut oleh adiknya, atau teman yang sedih karena nilai kuis atau midterm-nya jelek. Ah iya, tentu saja istilah ini masih cocok dan sangat bisa jika digunakan saat orang memang patah hati beneran. Kan kondisinya itu sama, dirundung kesedihan. :mrgreen:

Yah, oleh karena itulah, tiga entry terakhir kemarin memang pantas disebut entry patah hati juga. Patah hati versi saya, tentunya.  😛

*kurang kerjaan banget nulis ginian, tapi yah, biarkan sajalah*  😛

 Ps:

Mudah-mudahan gak ada yang salah paham ya gara-gara judul postingannya kayak begitu.  :mrgreen:

Read Full Post »

Apdet? Apdet!!

Wah, lama juga sejak lebaran blog ini dibiarkan begini aja. Kasiannya. Akhirnya memang jam online saya menurun drastis daripada sebelumnya ditambah lagi dengan kondisi fisik yang tiba-tiba drop, lengkaplah sudah keterabaian apdetan blog ini. 😐

Walaupun begitu, akhirnya hari ini bisa nulis lagi, senangnya… 😛 Jadinya tentu saja saya jadi tidak mengikuti perkembangan di blogosfer dalam beberapa waktu belakangan ini, untuk itu saya mohon maaf, juga dengan komen-komen yang sempat terbiarkan begitu saja tanpa tanggapan,  saya mohon maaf juga.

Sudahlah, intinya semoga saya bisa kembali nge-blog lagi walaupun dengan intensitas yang jauh berkurang daripada sebelumnya. Hiatus itu disatu sisi enak di sisi lain malah menyiksa, bakalan gak sehat kalau kelamaan, berbulan-bulan atau sampai menahun? Waah, mudah-mudahan ga sampai kaya begitu ya… 🙂

Read Full Post »

Out of Blogosphere

Autumn is coming! Yaiyy! Thanks God. Musim panas sudah pergi. Hei. Sudah menjelang Ramadhan, dan bau-bau Autumn mulai terasa. Dan Ramadhan hampir tiba!

Ingat Ramadhan tahun lalu, ada sedih ada enggaknya juga. Tapi kalau diingat-ingat lagi, ternyata yang ada banyak gak enaknya untuk diingat sekarang. Mungkin salah satu penyebab yang paling terasa karena ada sama-sama yang hilang. Sama-sama suka berbuka bareng kalau ternyata zemi atau kuliah bubar bertepatan dengan jadwal berbuka. Sama-sama seringnya cuma berbuka dengan minum jus doang, shalat Magrib bareng, lalu satu jam kemudian baru keluar lab untuk makan di luar. Sama-sama pernah sahur cuma dengan segelas milo dicampur sereal karena sudah imsak. Sama-sama shalat tarawih barengan dan tidak di mesjid. Dan seringnya tiap tanggal kelipatan lima, sebelum shalat Tarawih, ngumpul dulu di kedai es krim depan apato mereka. Tiap tanggal segitu ada diskon. 😛

Dan dua makhluk baik hati yang biasa sama-sama itu sudah tidak ada. Hmm… agaknya Ramadhan kali ini saya bakal banyak menghabiskan momen-momen itu sendiri. Berbuka di lab, minta izin pada sensei karena masih ada zemi  atau sekedar eksperimen. Atau kalau saya sedikit gila, bisa jadi saat sahur, saya masih di lab. Bleh, mudah-mudahan saya tidak kesambet separah itu. Itu benar tidak menyenangkan. 😥

Btw, iya juga ya, di dunia maya, ini Ramadhan pertama saya dengan tingkat kecanduan nge-blog 62 %. (Apa bisa nambah ini jangan-jangan?)Yah, This is a nine-miracle-months (kok macam orang pregnant? 😛 ). Hihihi… Pasti menyenangkan membaca cerita aneh mungkin seputar puasa-nya para blogger yang mungkin mereka tuliskan di blog. Huaahh. *membayangkan*

Kalau ada yang tanya-tanya apa yang diinginkan saat ini, list-nya banyak. Seperti biasa. Manusia. Ingin tidak cepat lelah, tidak cepat marah, tidak mudah sedih, tidak mudah kecewa, tidak mudah sakit, tidak mudah lupa, tidak mudah menyerah, tidak lupa bersyukur. Haa? Banyak. Masih banyak satu tas penuh `ingin` di sana itu. Kurang lebih itu dulu mungkin.

Yang paling diinginkan? Hmm, masih satu. Paling tidak dalam waktu dekat ini. Fokus. Ya. Kefokusan. Sulit banget saya fokus pada apa yang sedang saya kerjakan. Tidak perlu ditanya alasannya karena salah satunya sudah penyakit saya sendiri. Hufff… -__-`

Blog sudah masuk dalam satu agenda saya. Dan saya suka. Masalahnya saya rupanya tipe yang cenderung lebih banyak melakukan apa yang saya sukai daripada apa yang seharusnya atau yang wajib dalam hidup saya. Jika saya tidak nge-blog, saya merasa tidak nyaman, karena saya berhenti melakukan apa yang saya sukai. Tapi berhenti melakukan apa yang seharusnya saya lakukan, bisa-bisa saya terancam `dibunuh`. Eh, paling tidak prospek hidup-matinya hidup saya dipertaruhkan disana. (halaah, masa seserius itu?)

Parahnya lagi, saat saya terdesak begini, keinginan mau menulis di blog dan ide-idenya itu tumpah ruah. Tega. Saya tersiksa kalau begini. Sebenarnya dua tangan yang saya punya bisa saja dikondisikan, tapi masalah kefokusan ini sulit sekali diusahakan. Buktinya ini sudah dilakukan sejak Juli lalu, tapi ternyata tidak efektif. 😐 (bagaimana mungkin saya bisa menahan diri di depan komputer dengan akses internet 24 jam, dan saya tidak melirik blog sedikitpun saat saya sudah begitu jenuh dan penuh (kadang tidak jenuh juga sih) dengan segala hal berbau Quantum Electronics itu?) 😥

Ah, maaf kalau terkesan berlebihan. Tapi kurang lebih memang begitu. Jadi sekarang skala prioritas saya sedang penuh-penuh (diusahakan) pada hal-yang-seharusnya itu. Berat? Agaknya sih. Karena saya berhenti melakukan apa yang saya-senangi-dan-membuat-saya- nyaman, walaupun hanya sementara. Tapi, sudahlah. Saya memang harus berkorban sedikit. Karena ini memang masalah waktu.

Jadi?

Ya, untuk sementara, blog ini di luar fokus dulu. Sampai berapa lama ? Mungkin dalam satu bulan ke depan atau lebih. Mudah-mudahan bisa lebih cepat. Heh?! Apa saya bisa sesabar dan sekonsisten itu ya? Soalnya ini blogging (halaah!). Kita lihat saja. Kalau saya sudah benar-benar tidak tahan, mungkin saya akan nge-post. :mrgreen:

Ah iya, Kalau ada postingan tidak serius yang menganggu, ide usil, reply komen ngasal, komat-kamit komen di blog anda yang entah bagaimana, silap kata, saya minta maaf deh. Maafkan saya ya : Teman sebaya yang sering ngobrol di YM atau G-Talk atau pun enggak, Ma, Chika, Sora, yud1, Difo, Rifu, Anto, Fajar, Tyo, Bharma, Pak Bebek, DeBe , Shan In, 9race, Chiw, Sara, Hana, Desti, chielicious , Novia, p4ndu, Xaliber, Mee . Juga Mbak Ira, Teh Jurig, Bu Evy , Mbak Venus , Mbak Eva, Xwomen, Mas Deking , cakmoki , Mas Arya, Mas dana, almascatie, Fadil ManSup, Joesatch, Farid yang keburu ninggalin blog, Mas YaYaN , Mas Suandana , Mas Lucky, Bang Fertob, Bang Aip , Amd, Guh, Alle, CY , Alex, Ichsan Mufti , Heri Setiawan, danasatriya, kang kombor , Pak Guru , onoda, Passya… dan semua. Semuaaanya. (Maaf yang namanya mungkin tidak tersebutkan, yang jelas pada blogger semuanya).

Ya, I`ll be out of blogosphere for a while. Hope to see you again soon. Mata ne. 🙂

ittekimasu-ayu.jpg

Ps:

– Dan selamat ber-Ramadhan. Mudah-mudahan Ramadhan tahun ini lebih berarti dan lebih baik dari sebelumnya. 🙂

Read Full Post »

Kadang-kadang terlintas pertanyaan, mau nge-blog sampai kapan? Ya, sampai kapan? Retoris tentu saja.

Sepertinya akan seru juga saat catatan isi kepala, katarsis, dan entah apa-apa hal disini dibaca lagi entah lima tahun mendatang, sepuluh tahun kemudian, dan seterusnya. Hmm… Bakal ada perasaan aneh macam apa ya? Bisa jadi reaksinya sekitar senyum-senyum lucu, manggut-manggut aneh campur heran, sedikit kaget atau mungkin  juga banyak. Perasaan ga nyangka ternyata bisa nulis dan pernah mikir kaya gitu, atau yang lebih parah, pura-pura syok, “Heh?! Memang aku pernah nulis kaya gini ya?”.  😆

Belum lagi kalau membaca komen-komen dan tanggapan beragam mulai dari setuju tidak setuju, yang ngamuk-ngamuk mungkin belum ada sih sejauh ini. Whuaah… entah gimana nanti spektrum rasa di hati dan pikiran pas baca-baca lagi semuanya. Ketawa mungkin? Sampe ngakak? Agak tersentuh? Tercerahkan? Ngajak mikir? Atau apalagi ya? Atau sambil membaca komen itu terpikir pula pada tiap orang yang menuliskan komen tersebut? Bagaimana beragamnya karakter dan logika berpikir, hirarki kepribadiannya, atau mungkin sikap arogannya saat melontarkan ide atau pendapat? Bisa jadi. Bisa jadi.

Hmm… beberapa malah sudah menjadi orang dekat yang tidak sekedar blogger yang nulis komen aja. Orang-orang yang awalnya hanya dikenal lewat komentar yang intens di entry yang ditulis. Berlanjut ke YM dan makin akrab. Orang-orang yang bahkan tidak pernah ditemui, hanya kesamaan ide, pikiran dan beberapa kecenderungan lucu dan aneh kemudian dihubungkan satu sama lain. Hei, mereka tersebar di beberapa belahan bumi pula. Hebat juga blog ini. Ternyata ini memang bukan sekedar tren atau kebiasaan menghabiskan waktu selain chat atau surfing, donlot atau yang lainnya deh. Yah, paling gak begitulah yang dirasakan sejauh ini. Entah bagi yang lain. 🙄

Hmm, bukan tentang apa-apa sih. Sedikit tentang animo menulis pribadi yang mungkin suatu saat akan lenyap tanpa sebab (mudah-mudahan saja tidak), atau terbengkalainya draft-draft yang tidak sempat diedit dan di-publish. Tentang ide dan harapan (halaah!) yang tidak sempat tumpah. Tentang minimnya waktu dan padatnya kesibukan. Atau alasan lain yang paling manusiawi, Malas dan Bosan. Banyak. Akan ada banyak kemungkinan sebab. Mungkin juga akan ada sedikit pertanyaan tentang konsistensi? Waww, sebegitunya pentingnya kah sebuah blog? Hingga konsistensi pun dipertaruhkan disana? Jawabannya tentu saja tergantung tiap pribadi, sudah sejauh apa dia menggunakan blog sebagai media pribadinya untuk bicara, sudah sejauh apa keterikatan pikirannya pada sebuah blog. Atau mungkin lagi, sudah sejauh apa ia menaruh harapan bahwa `isi omongan` dan cuap-cuap aneh di blognya bisa punya pengaruh yang signifikan pada orang yang kebetulan blogwalking, kesasar, atau memang pengunjung setia blognya. Pengaruh yang tentu saja tetap bermata dua, tergantung bagaimana persepsi dan pola pikir yang membacanya.

Sampai pada titik ini, saya angkat salut pada mereka, yang menulis karena mereka ingin berbagi, agar ide dan pikiran tidak hanya berputar di dalam batok kepalanya sendiri, tapi keluar, lalu sirkulasi ide dan tawaran pendapat baru mulai ada. Begitu terus. Menyenangkan. Dunia maya yang hening jadi terlihat dinamis, dan tentu saja jangan salah, ada `pertempuran ide` yang setiap saat terus terjadi, pergesekan idealisme, pertentangan pola pikir dan sikap. Semua. Semuanya. Hening tapi bising?

Maka, seandainya tiga, atau lima tahun mendatang ataupun sepuluh tahun  kemudian, nama-nama blog di blogroll itu masih `hidup` dan empunya masih bergentayangan di blogosphere dengan responnya, dengan komen dukungannya, pencerahan, meluruskan, (juga yang suka menghujat? 😛  menuding?, teriak-teriak tidak setuju, atau apalah yang lain, seperti yang biasa kita lihat hari ini), berbagi pengetahuan dan lain-lain, yang jelas masih seperti saat ini, tentu saja mereka blogger hebat. Mereka hebat karena tetap (berusaha) ada. Entahlah, begitulah menurut saya. Mereka konsisten dengan apa yang mereka lakoni (padahal cuma ngeblog aja 😛 ). Walaupun tentu saja cap inkonsisten tidak akan sembarangan mampir pada mereka yang mungkin tidak lagi `ada`. (Asalkan tetap saling kenal aja sih. 😛 ). Biasa saja. Ada banyak hal yang tidak perlu justifikasi hitam putih begitu. A atau non-A. Begitu kan? :mrgreen:

Ya. Mungkin akan ada perasaan aneh dan perasaan lain yang belum bisa diprediksi itu suatu hari. Entah kapan. Suatu saat nanti.  We will see, we will see…  :mrgreen:

Read Full Post »

Taraa… Atarashi imeji wa mitai deshou? *senangnya…*  Nampak jelas kan ya? 

Un. Begitulah…  

Kalau kemarin itu avatarnya yang Ayu Tsukimiya, sekarang disekaliankan dengan header image deh jadinya. Kebetulan banget Sora baru upload gambar baru. Whohoho.. langsung sukses dibajak nih.(Makasih ya Sora…). Habis gambarnya bagus sih.

Oh ya… awalnya bingung juga mau di-crop bagian mananya. Antara wajah sama jalannya. Inginnya sih tentu saja utuh. Apa daya, theme-nye MistyLook ini punya header yang agak sempit. Jadilah akhirnya bagian yang dipilih adalah seperti yang sekarang ini anda lihat. ^_^

Really thanks to the author for your kind help. Kono e wa totemo kirei datta. Doumo arigatou. Kreditnya dilunasi deh asal ga nyebut-nyebut angka berdigit :mrgreen:

Hufff… di sela-sela ketidaknyamanan di dunia nyata (halaah curhat :P) syukurnya keriangan masih tetap ada. ^^; Mungkin itu kali ya sebabnya kenapa ada yang pernah bilang, “sisakan selalu kantong kegembiraan”. Jadinya…saat ada hal-hal yang membuat kita urung tersenyum, kita masih punya persediaan tawa yang lapang dan hati yang nyaman. Walaupun sisa-sisanya mungkin… Pokoknya™ jangan sampai kantong itu kosong…

Buat Ma yang lagi dikejar-kejar UAS, Difo yang katanya juga lagi serius dan butuh pelampiasan, hingga harus minta maaf di salah satu entry- nya, atau Shan In yang lagi sibuk dengan persiapan SPMB dan dirundung “rasa aneh” yang berkepanjangan sampai dirangkum dalam trilogy begitu… (ampun, takutnya anak 13™ tahun  itu datang dan ngamuk disini pula) :mrgreen:…

Aah… Pokoknya™  buat semuanya… baik-baik ya… 😉  kita senasib sih (-_-)

Ja, minna… mou sukoshi, Ganbatte ne!  ^_^

Huff… legganyaa…

Hidup itu menyenangkan ya lika-likunya 😉

Read Full Post »

Older Posts »